Search
Close this search box.

Penataan Lingkungan di Kawasan Rancaekek Harus Menjadi Skala Prioritas

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Fraksi Demokrat yang juga wakil Ketua B,Yayat Sudayat./visi.news/budimantara.

Bagikan :

VISI.NEWS – Kawasan Kecamatan Rancaekek yang berada di wilayah timur Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumedang harus ada penataan lingkungan secara masif dalam upaya penanggulangan ancaman kerawanan banjir setiap memasuki musim hujan.

Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Demokrat yang juga wakil Ketua Komisi B.Yayat Sudayat yang akrab disapa Abah Yayat mengajak berbagai pihak maupun pemerintah terkait fokus pada penataan lingkungan dalam upaya mengurangi ancaman banjir rutin yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung dan Kecamatan Jatinangor serta Cimanggung Kabupaten Sumedang.

“Kami berharap kepada Pemkab Bandung dan Pemkab Sumedang yang difasilitasi pemerintah Provinsi Jabar dan pusat duduk bersama dalam upaya membahas persoalan lingkungan yang selama ini kawasan Rancaekek rawan banjir,” ungkap Yayat Sudayat kepada VISI.NEWS di Kantor Kecamatan Rancaekek, Senin (1/2/2021).

Yayat Sudayat juga sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah anggota DPR RI, di antaranya dengan H. Dede Yusuf M. Effendi (Partai Demokrat), H. Cucun Ahmad Syamsurijal (PKB) dan H. Anang Susanto supaya ada prioritas dalam penanganan persoalan lingkungan di wilayah Bandung Timur maupun Dapil 4, khususnya di Rancaekek dan Cicalengka yang masuk daerah rawan banjir.

“Kami berharap sekali ada prioritas penanganan lingkungan di daerah rawan banjir,” harap Yayat Sudayat.

Selain berharap dukungan dan dorongan dari para anggota legislatif Senayan, Yayat Sudayat yang merupakan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung berharap, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) untuk segera melanjutkan program normalisasi Sungai Citarik dan Sungai Cikeruh, anak Sungai Citarum yang selama ini rawan banjir.

“Kami berharap, BBWSC memprogramkan pelaksanaan normalisasi Sungai Citarik yang melintasi Desa Haurpugur, Nanjungmekar, dan Desa Bojongsalam, Kecamatan Rancaekek, dan Desa Panenjoan Kecamatan Cicalengka, sepanjang 5 km, yang saat ini menjadi salah satu penyebab banjir,” tuturnya.

Baca Juga :  Resmi! 3 Grid Penalti untuk Jorge Martin di MotoGP Spanyol 2026

Ia pun berharap Sungai Cikeruh harus menjadi program prioritas dalam penanggulangan banjir di Desa Bojongloa, Rancaekekwetan dan Desa Rancaekekkulon.

“Belakangan ini, banjir di Kecamatan Rancaekek makin besar. Debit air masuk ke rumah warga,” keluhnya.

Pelaksanaan normalisasi Sungai Citarik dan Sungai Cikeruh itu merupakan program nasional, selain menjadi perhatian Pemkab Bandung dan Pemkab Sumedang. Termasuk para pengusaha pabrik juga turut dilibatkan dalam penataan lingkungan di kawasan Rancaekek itu.

“Jangan sampai ada ego masing-masing untuk kepentingan masyarakat luas,” ujarnya. @bud

Baca Berita Menarik Lainnya :