Pengamat Minta Pemprov DKI Jakarta Segera Antisipasi Banjir: Relokasi Warga dan Rehabilitasi Saluran Air Jadi Solusi

Editor Ilustrasi Banjir./visi.news./badan penanggulangan bencana
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diharapkan segera mencari solusi efektif untuk mengantisipasi permasalahan banjir yang kerap melanda ibu kota. Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Yoga, menekankan bahwa banjir di Jakarta terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu banjir lokal dan banjir kiriman. Menurutnya, banjir kiriman sering kali menyebabkan air sungai meluap ke permukiman warga di bantaran kali, sementara banjir lokal terjadi akibat sistem saluran air yang buruk.

“Penanganan banjir kiriman itu melibatkan pengerukan dan pelebaran badan sungai untuk meningkatkan kapasitas daya tampung air,” ujar Nirwono. Selain itu, ia juga menyarankan agar permukiman warga yang berada di bantaran kali direlokasi ke rumah susun (rusun). Dengan demikian, sungai bisa disodet dan dihubungkan ke kanal, sungai besar, situ, atau waduk terdekat untuk mencegah banjir lebih lanjut.

Sementara itu, untuk mengatasi banjir lokal, Nirwono mengusulkan rehabilitasi menyeluruh terhadap sistem saluran air. “Penanganan banjir lokal bisa dilakukan dengan memperbesar diameter atau dimensi saluran air agar tidak tersumbat sampah atau lumpur, sehingga bisa terhubung dengan sungai dan danau,” katanya. Rehabilitasi ini, menurutnya, akan membantu mengurangi risiko banjir akibat buruknya sistem drainase.

Sebelumnya, beberapa wilayah di DKI Jakarta masih belum terbebas dari ancaman banjir meskipun telah dilakukan berbagai upaya penanggulangan. Pada Sabtu (6/7/2024), sebanyak 58 RT di Jakarta terendam banjir akibat hujan deras disertai angin kencang. Ketinggian air di berbagai tempat bervariasi, menyebabkan ketidaknyamanan dan kerugian bagi warga.

Nahnu (60), warga RT 4 di Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengeluhkan minimnya tindakan nyata dari pemerintah setempat. “Sebatas mantau saja. Tadi PPSU sempat ke sini, tapi ya selfie-selfie saja,” ungkap Nahnu. Selama 38 tahun tinggal di Sukabumi Selatan, ia mengaku sering kali terkena banjir. Namun, ia tetap bertahan di rumahnya, kecuali saat banjir besar pada tahun 2020 yang mencapai genteng rumahnya, atau hampir dua meter.

Baca Juga :  DUNIA ISLAM: Masjid Ohio Dibuka Kembali Usai 5 Bulan Ibadah Virtual

Kondisi ini menunjukkan betapa mendesaknya upaya Pemprov DKI Jakarta untuk segera mengambil tindakan konkret dan efektif dalam menangani masalah banjir, baik yang bersifat lokal maupun kiriman, demi keselamatan dan kenyamanan warganya.

@shintadewip

Shinta Dewi P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DPMPTSP Kabupaten Tangerang Tingkatkan Investasi dengan Optimalisasi Layanan Publik

Sel Jul 9 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | KAB. TANGERANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang mengumumkan bahwa optimalisasi layanan publik terbukti mampu meningkatkan investasi di wilayah tersebut. Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyatakan bahwa pemberlakuan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja oleh Pemerintah Pusat sejak November 2020 telah menjadi […]