Search
Close this search box.

Penggemar K-pop Desak Konser Rendah Karbon Jelang COP30 di Brasil

Konser Billie Eilish di Lollapalooza 2023 menunjukkan bagaimana musik bisa berkolaborasi dengan keberlanjutan. /visi.news/reverb

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim COP30 di Brasil yang akan berlangsung pekan depan, sebuah laporan terbaru dari KPOP4PLANET mengungkapkan bahwa industri K-pop masih tertinggal dalam hal keberlanjutan konser. Laporan bertajuk “Konser K-pop Rendah Karbon: Bernyanyi Bersama untuk Masa Depan Kita” menyoroti pentingnya aksi nyata untuk mengurangi dampak iklim yang ditimbulkan oleh konser K-pop.

Laporan ini merupakan bagian dari kampanye ‘K-pop Carbon Hunters’, yang terinspirasi oleh serial populer K-pop Demon Hunters. Kampanye ini mengajak penggemar untuk mendorong industri K-pop agar lebih bertanggung jawab terhadap dampak ekologisnya, dengan meminta penerapan konser K-pop yang rendah emisi karbon dan tercapainya pengurangan emisi yang terukur.

Dalam laporan tersebut, terdapat analisis terhadap lima perusahaan K-pop besar, yakni CJ ENM, HYBE, JYP, SM, dan YG, dalam hal upaya mereka menghadapi isu iklim. Artis internasional seperti Coldplay, Billie Eilish, dan Massive Attack telah menunjukkan bahwa konser dengan jejak karbon rendah bukanlah hal yang mustahil. Namun, perusahaan-perusahaan K-pop belum memiliki target yang jelas terkait pengurangan emisi karbon dalam konser mereka.

Meskipun beberapa perusahaan mencantumkan komitmen untuk konser yang lebih berkelanjutan dalam laporan keberlanjutan mereka, tidak ada kerangka waktu pasti atau strategi konkret untuk mengurangi emisi. YG Entertainment, yang menjadi satu-satunya perusahaan besar yang melaporkan komitmennya, menargetkan transisi menuju konser berkelanjutan pada 2030, setelah BLACKPINK ditunjuk sebagai duta COP26 pada 2021.

“BLACKPINK telah menginspirasi banyak penggemar untuk peduli terhadap lingkungan, terutama setelah mereka menjadi duta COP26. Kami berharap konser mereka mendatang dapat dilaksanakan dengan emisi karbon yang lebih rendah, sesuai dengan seruan mereka ‘Climate Action in Your Area!’,” ujar Jevon Christian, leader dari fanbase Blink Official Indonesia, dalam rilisnya kepada VISI.NEWS, Jumat (7/11/2025)..

Baca Juga :  Bobo The Origin Hadir, Hidupkan Minat Literasi Generasi

Industri K-pop terus berkembang pesat, dengan jumlah penggemar yang diperkirakan mencapai 75 juta orang di seluruh dunia pada 2023. Namun, penelitian dari Julie’s Bicycle, sebuah organisasi non-profit asal Inggris, menunjukkan bahwa sekitar 73% emisi karbon dalam industri musik berasal dari penampilan langsung, yang setara dengan emisi karbon dari sekitar 92 ribu mobil per tahun.

Menurut Nunik, ambasador Klimates KPOP4PLANET Indonesia, semakin seringnya bencana alam seharusnya menjadi tanda betapa mendesaknya krisis iklim ini. “Konser rendah karbon adalah cara bagi industri K-pop untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan bumi dan generasi mendatang. Kami ingin penyelenggara konser mendengarkan suara kami sebagai penggemar yang mendambakan konser yang lebih berkelanjutan,” ujar Nunik.

Laporan ini juga didukung oleh Music Sustainability Alliance, Julie’s Bicycle, dan Music Declares Emergency, dan menyerukan agar industri K-pop mengadopsi dan menstandarisasi praktik konser rendah karbon. Hal ini mencakup langkah-langkah seperti mengukur emisi karbon konser, beralih ke sumber energi terbarukan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan meminimalkan emisi terkait perjalanan musisi, kru, dan penonton.

“Industri K-pop memiliki potensi besar untuk memimpin perubahan,” ujar Lewis Jamieson, CEO Music Declares Emergency di Inggris. “Dengan menerapkan praktik terbaik dan mendorong perubahan positif, K-pop dapat menjadi contoh bagi seluruh industri musik global, menunjukkan bahwa pertumbuhan yang cepat tidak harus mengorbankan planet ini.”

KPOP4PLANET, yang didirikan pada 2021, adalah sebuah organisasi iklim yang dikelola oleh penggemar K-pop yang berkomitmen untuk mencintai Bumi dan idola mereka. Sejak awal kampanyenya, organisasi ini telah menyerukan agar K-pop menggunakan kekuatan globalnya untuk menjadi pelopor dalam gerakan keberlanjutan di industri musik.

“Kami tidak ingin mengalami lagi masa ketika konser idola kami harus dibatalkan karena pandemi,” kata Nayeon Kim, juru kampanye KPOP4PLANET di Korea Selatan. “K-pop memiliki kekuatan untuk memimpin, dan kami yakin bahwa konser rendah karbon adalah langkah nyata yang dapat memperkuat reputasi industri ini secara global.”

Baca Juga :  Sekda Ade Soal Pemekaran Sukabumi Utara: Moratorium Dicabut, Pasti Mekar

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :