VISI.NEWS | BANDUNG – Penutupan Menantea menjadi perhatian publik setelah brand minuman teh kekinian tersebut mengumumkan penghentian seluruh operasionalnya pada 25 April 2026 setelah lima tahun beroperasi di industri minuman teh kekinian di Indonesia sebagaimana disampaikan oleh manajemen melalui akun Instagram resmi @menantea.toko pada Sabtu (11/4/2026).
Dalam unggahan tersebut, manajemen menyampaikan pesan perpisahan kepada pelanggan.
“Berat rasanya mengatakan ini. Namun, seperti yang sudah diinfokan oleh Mintea2, seluruh cabang Menantea akan resmi tutup operasional per tanggal 25 April 2026,” tulis manajemen.
Langkah penutupan ini dilakukan setelah lima tahun perusahaan beroperasi di industri minuman teh kekinian di Indonesia.
Penutupan Menantea dan Promo Menjelang Operasional Berakhir
Menjelang penutupan, sejumlah gerai masih tetap beroperasi dengan menawarkan program promosi kepada pelanggan. Program tersebut menjadi bagian dari fase akhir operasional sebelum penutupan secara resmi dilakukan.
Manajemen menjelaskan adanya promo harga khusus.
“Sebagai penutupan perpisahan kami, dalam 15 hari terakhir ini, MenanTeam ingin memberikan kado spesial untuk kalian,” tulis akun tersebut.
Dalam periode menuju penutupan, harga produk ditetapkan Rp10.000 per cup, sementara cabang Papua menerapkan harga Rp15.000 per cup.
Penutupan Menantea dan Penjelasan dari Pihak Pendiri
Penutupan ini juga disertai penjelasan dari salah satu pendiri, Jehian Panangian Sijabat, mengenai sejumlah kendala operasional yang terjadi selama perjalanan bisnis.
Ia menyampaikan beberapa faktor yang memengaruhi keputusan penutupan Menantea, termasuk pengelolaan internal dan hubungan dengan mitra bisnis.
“Seiring berjalannya waktu, kami menemukan kesalahan dalam operasional Menantea,” kata Jehian.
Ia juga menjelaskan adanya kendala lain yang memicu keputusan penutupan Menantea.
“Mulai dari mitra yang menyampaikan kondisi di lapangan, supplier dengan tagihan lama yang belum dibayar, hingga indikasi fraud di internal,” ujarnya.
Penutupan Menantea dan Upaya Perbaikan Manajemen
Sebelum penutupan, manajemen menyatakan telah melakukan sejumlah upaya perbaikan. Upaya tersebut mencakup audit investigasi, penyelesaian kewajiban kepada karyawan, hingga pembayaran kepada supplier.
Proses perbaikan ini berlangsung dalam kurun waktu dua tahun sebelum akhirnya keputusan penutupan Menantea diambil.
“Namun kami paham benar, bahwa seluruh hal tersebut tidak akan mengobati rasa kecewa mitra dan customer terhadap Menantea,” kata Jehian.
Penutupan Menantea dan Dampak Operasional
Keputusan penutupan ini diambil untuk mencegah potensi kerugian yang lebih besar terhadap berbagai pihak terkait. Selain itu, proses audit dan pembahasan pajak juga masih berlangsung saat keputusan penutupan Menantea diumumkan.
Manajemen menjelaskan bahwa struktur kepemilikan merek turut menjadi pertimbangan dalam keputusan tersebut.
Penutupan Menantea dan Perjalanan Bisnis 5 Tahun
Sebelum penutupan, brand ini dikenal sebagai salah satu bisnis minuman teh kekinian yang berkembang cepat di Indonesia. Menantea berdiri pada April 2021 dan sempat memiliki lebih dari 200 gerai di berbagai kota.
Namun, perjalanan bisnis tersebut berakhir dengan keputusan penutupan Menantea setelah berbagai evaluasi internal dilakukan.
Dalam pernyataan penutup, pihak manajemen menegaskan bahwa keputusan penutupan ini merupakan langkah akhir yang telah dipertimbangkan secara internal.
“Hal ini sebagai bentuk dukungan kepada mitra yang masih beroperasi,” pungkas Jehian.
Ia juga menyebut bahwa pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting untuk masa depan. @desi
Baca Juga: