VISI.NEWS — Perumda Tirta Raharja semestinya sudah bisa mandiri jangan mengharapkan bantuan hibah terus dari APBD Kabupaten Bandung. Menurut Ketua Fraksi NasDem, Toni Permana, kebiasaan itu hanya akan membuahkan ketergantungan instansi.
Dikatakan Toni, semestinya pihak Perumda bisa mengikat lintas instansi dengan memanfaatkan fasilitas dan kapasitas tersedia yang mampu menampung dan mengetahui keberadaan titik air atau mata air di wilayah Kabupaten Bandung.
“Salah satunya Disperkimtan, instansi tersebut sangat potensial dengan melakukan giat bak penampungan dan penangkapan air di setiap pelosok. Hal itu sebenarnya bisa mengantisipasi kalau terjadi kekurangan kebutuhan air minum,” katanya di ruang fraksi, Rabu (9/9/2020).
Dia menilai kecenderungan Perumda Tirta Raharja lebih memprioritaskan pipa sambungan air untuk pelanggan daripada berupaya mencari solusi pemenuhan kebutuhan pelanggan. Dan itu jelas akan merugikan pihak warga pelanggan.
Kalau memungkinkan, disebutkan Toni, ada perubahan manajemen di dalam penyediaan air, dan itu jelas membutuhkan ahli atau pegawai potensial yang bisa melakukan koordinasi lintas instansi. Jangan terus mengandalkan kucuran dana dari pemerintah.
Lucunya di wilayah Kecamatan Pacet, lanjunya, dimana airnya diambil oleh Perumda tapi warga sekitarnya masih kekurangan air minum. Ini jelas sebuah perbuatan yang merugikan secara umum tapi menguntungkan bagi Perumda.
Demikian di Bandung Utara, dikemukakan Toni, ada banyak potensi-potensi air yang bisa memenuhi kebutuhan warga. Tapi itu tidak ditindaklanjuti secara signifikan. Jadi wajar kalau sampai warga pelanggan akan mengalami kesulitan air minum karena pihak Perumda berlaku pasif.
“Selain kesulitan air minum, kadang air yang mengalir berkurang kualitasnya dikarenakan berubah warna dan cenderung berbau,” ujarnya.
Untung saja Project SPAM tidak jadi, tegasnya, sebab rencananya akan disalurkan sampai ke Jakarta, yang berdampak akan membuat masyarakat Kabupaten Bandung semakin kekurangan air minum.
Sekarang saja dimusim kemarau, diungkapkannya, warga banyak mengalami kekurangan air. Sementara Perumda lebih mengutamakan kepentingan ekonomi tinimbang sosial.
Dia meminta kepada Perumda Tirta Rajarja sudah bisa mandiri, jangan terus meminta bantuan kepada pemerintah saja. Sebab pada kenyataannya kebutuhan warga biasa dan pelanggan tidak terpenuhi secara maksimal kebutuhan air minumnya. @qia.