VISI.NEWS – Tahapan demi tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Bandung 2020 sudah dilaksanakan. Dalam Pilbup Bandung ini, jumlah DPTnya merupakan yang terbesar se-Indonesia. Artinya, tingkat kerawanan dan ancamannya sangat tinggi.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Hendra Kurniawan, S.Ik., menghaturkan banyak terima kasih dan juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung yang sudah melaksanakan Pilkada dengan baik, serta mampu menyalurkan aspirasinya tanpa ada hambatan.
“Alhamdulillah, Pilbup Bandung berjalan dengan lancar, tidak ada tertumpah darah. Selanjutnya, tingkat partisipasi masyarakat juga tinggi. Kalau kita mengacu pada Pilkada 2005, 2010, dan 2015, kita ini pada saat 2020 paling tinggi, mencapai 72,18 persen,” jelas Hendra kepada wartawan usai menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Tahun 2020 di Hotel Kampung Pago, Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/1/2021) siang.
Hendra menilai, suksesi dalam Pilbup ini tak lepas dari kinerja KPU yang baik. Selain itu, tambah Hendra, dilihat dari sisi kesehatan, tidak ada klaster Covid-19 baru yang terbentuk selama pelaksanaannya. “Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada klaster. Jadi artinya semua berjalan dengan lancar,” ucapnya.
Lebih lanjut Hendra menjelaskan, ditilik dari aspek penegakan hukum, ada 3 perkara yang harus maju sampai ke Pengadilan, terdiri atas 2 Kepala Desa dan 1 Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait dengan keberpihakan.
“2 sudah inkrah, 1 masih proses. Secara umum, kita kondusif. Catatan penting, saya melihat bahwa semuanya masyarakat Kabupaten Bandung menyambut antusias Pilbup ini,” tuturnya.
Diakui Hendra, bersamaan dengan tugas pengamanan Pilbup di mana pihaknya bekerja sama dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Provinsi untuk monitoring, jajarannya juga disibukkan dengan berbagai peristiwa hukum yang terjadi di Kabupaten Bandung, di antaranya kasus Omnibus Law dan intoleransi yang banyak menyita waktu. Namun, Hendra mengklaim bawa pihaknya mampu untuk mengatasi itu semua.
“Hal tersebut tidak ada kaitannya dengan Pilkada itu sendiri, namun masuk dalam periode Pilkada. Namun secara umum, tentang kedua kegiatan tersebut, tidak mengganggu pelaksanaan Pilkada,” pungkasnya. @yus