PKS Partai Besar Tanpa Kandidat, Kemungkinan Merapat ke Nia-Usman

Editor :
1
Sekretaris DPD AMPI Kab. Bandung, H. Dadang Risdal Aziz./visi.news/ki agus.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS — Sekretaris DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), H. Dadang Risdal Azis, menilai, sebagai salah satu partai politik besar di Kabupaten Bandung saat ini masih belum mengirimkan kandidat Pasangan Calon (Paslon) di tahun 2020 ini.

Kekosongan PKS itu dikatakannya, mengundang Paslon lainnya untuk melakukan komunikasi politik agar bisa berkoalisi dengan partai pendukung paslon di partai lain. Namun tidak diperoleh kepastian kemana PKS akan berlabuh.

“Di Pilkada tahun 2015 lalu, PKS yang berkoalisi dengan Golkar dengan nama Sabda Guna, berhasil memperoleh suara tertinggi, dengan menghantarkan pasangan H. Dadang M. Naser dan Gun Gun Gunawan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung,” katanya di Soreang, Selasa (1/9/2020).

Diprediksikan Dadang, ada kemungkinan PKS akan kembali merapat ke Golkar untuk mendukung Hj. Nia Kurnia Agistina dan Usman Sayogi. Alasannya dengan kondisi saat ini dimana PKS tidak bisa mengirimkan kadernya untuk berkontestasi dalam pilkada, 9 desember 2020 nanti, akan bergabung dengan koalisi yang sudah ada.

Tentu hal ini, dikemukakannya, harus dilakukan oleh PKD. Sebab sebagai salah satu partai besar, PKS pastinya ingin memberikan kontribusi yang maksimal guna mewarnai dan berperan aktif membangun Kab. Bandung.

Ditambahkan Dadang, seperti di hari Minggu kemarin (30/8/2020), Ketua DPD Golkar Kab. Bandung, H. Dadang M. Naser, melakukan pertemuan dengan Ketua DPD PKS Kab. Bandung, H. Jajang Rohana, yang tentu dalam pertemuan itu membahas mengenai agenda kekinian yang menyangkut arah kebijakan pembangunan wilayah maupun dinamika konstelasi politik menjelang pilkada.

“Jika hasil dari pertemuan ini menghasilkan kesepahaman positif, maka sangat dimungkinkan sekali PKS akan bergabung kembali dengan Golkar sebagai mitra koalisi strategis. Apalagi mengingat struktur Sabda Guna yang lalu masih mengakar di masyarakat sehingga akan memudahkan kordinasi dan konsolidasi lanjutan guna memenangkan calon yg diusung sekarang,” ujarnya.

Meski politik itu cair secara hitungan sederhana, lanjutnya, kemungkinan PKS bergabung ke koalisi lain, ini seperti akan membuat PKS kurang bernilai dan bermarwah. Seperti diketahui PKS pernah ditinggalkan oleh demokrat yang jauh hari sudah menyatakan bergabung berkoalisi.

Jadi secara psikologis, diungkapkan Dadang, PKS akan lebih berkurang beban politiknya apabila menjatuhkan dukunganya pada pasangan Nia-Usman. Tujuannya sebagai lanjutan pembangunan di Kabupaten Bandung dan kemajuan masyarakatnya. @qia.

M Purnama Alam

One thought on “PKS Partai Besar Tanpa Kandidat, Kemungkinan Merapat ke Nia-Usman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemdes Berikan Bantuan Sembako Buat Korban Kebakaran

Sel Sep 1 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pemerintah Desa Mekar Sari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memberikan bantuan sembako berupa beras, mie instan, minyak goreng, susu dan lauk pauk. Selain itu, diberikan juga bantuan berupa selimut. Kades Mekar Sari Feri Yanuar Pribadi melalui Kadus Dedi Siswandi mengatakan penyerahan bantuan ini diberikan kepada warga […]