Politik Santuy Ala Kang DS Jelang Pilkada

Editor Calon bupati Bandung nomor urut 3, H. Dadang Supriatna saat diwawancara wartawan di kantor KPU Kabupaten Bandung./visi.news/yusup supriatna
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Calon Bupati Bandung nomor urut 3, H. Dadang Supriatna, meminta Tim Bedas untuk tidak terprovokasi isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

Selain itu, kang DS, sapaan akrabnya, meminta kepada Tim Bedas untuk lebih fokus kunjungan silaturahmi kepada masayarakat di daerah yang belum dikunjungi.

“Fokus ke titik itu saja. Selanjutnya mungkin kepada pembinaan tim. Pemantapan cenderung kepada evaluasi, karena tim kita ada beberapa tim koalisi dengan relawan, sehingga ini harus disinkronkan di lapangan,” jelas Kang DS seusai menghadiri undangan KPU, dalam rangka bimbingan kerja Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat, Kamis (3/12/2020) siang.

Menurutnya, hal ini penting dilakukan. Diharapkan pada akhirnya, Tim Bedas secara kompak bersama-sama bisa mengawal nanti di TPS. Selain itu, Kang DS juga memaparkan perihal saksi, di mana timnya juga memantapkan jumlah dan bintek untuk saksi.

“Jumlah TPS sebanyak 6.874. Maka setiap TPS harus ada saksi dari kita dan Insya Allah kita sudah siap, termasuk bintek yakni pembinaan-pembinaannya,” tuturnya.

Kang DS menjelaskan, pada prinsipnya kondisi sekarang itu harus ‘jaga lembur’. Dengan kata lain, harus saling mengawal dan mengawasi, jangan sampai ada _money politic_.

“Kita sudah pada tahu ada 5 unsur di lapangan. Tahu mana kawan, mana lawan. Tapi yang jelas di sini, pemilih cerdas itu melihat dari gagasan masing-masing paslon. Insyaa Allah kita selalu kondusif di lapangan dan saling menghargai, karena pembinaan politik dari saya itu politik santuy,” jelasnya.

Kang DS juga menyinggung perihal beberapa baligo dirinya yang hilang di lapangan. Kata dia, hal tersebut tidak masalah.

“Silahkan saja baligo saya dihilangkan. Toh, masyarakat yang menilai. Urusan menang dan tidaknya, itu semuanya atas kehendak Alloh SWT yang menakdirkan. Kita hanya ikhtiar dan usaha,” ucapnya.

Baca Juga :  Ini Alasan Tegalluar Di Wacanakan Menjadi Pusat Pemerintahan Pemprov Jabar

Pihaknya menghimbau kepada Tim Bedas dan masyarakat Kabupaten Bandung untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, dikarenakan saat ini kondisi di Kabupaten Bandung sudah mulai masuk zona merah.

“Di masa Pandemi Covid-19 ini, dalam silaturahmi kepada masyarakat, sebelum saya datang berkunjung, tim lebih awal datang untuk masyarakat menggunakan masker dulu. Setelah itu, baru kita datang, menyampaikan salam, dan ada penyampaian visi misi. Hanya sifatnya sebentar, paling lama 10 menitan untuk menyampaikan program-programnya,” pungkasnya. @yus

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Sering Merasa Cemas, Coba Atasi dengan 3 Cara Ini

Sab Des 5 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Merasa cemas pasti pernah dialami oleh setiap orang. Ini adalah hal umum yang bisa saja terjadi jika seseorang akan menghadapi ujian kelulusan sekolah atau ujian kerja. Namun, hal ini bisa menjadi gangguan kecemasan jika berlebihan dan sering terjadi setiap hari. Mengurangi kecemasan memang bukan suatu hal yang mudah. Perlu […]