Polres Indramayu Tangkap 10 Terduga Provokator Bentrokan Berdarah di Lahan Tebu

Editor :
Ilustrasi./foto: istockphoto/brian a jackson/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS |INDRAMAYU – Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, Jawa Barat, menangkap 10 orang yang diduga sebagai provokator terkait bentrokan berdarah di lahan tebu, yang mengakibatkan dua petani meninggal dunia.

“Yang kita amankan ada 10 orang mereka merupakan pentolan dari gerombolan FKAMIS,” kata Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif di Indramayu dilansir Antara, Senin (4/10/2021).

Lukman mengatakan 10 orang yang ditangkap salah satunya merupakan ketua dari FKAMIS, karena mereka diduga kuat menjadi provokator dalam bentrokan berdarah yang mengakibatkan dua petani penggarap meninggal dunia.

Menurutnya sengketa lahan tebu terutama di sekitar Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, sudah terjadi sejak lama. FKAMIS (Forum Komunikasi Indramayu Selatan), diduga sering menghasut para petani.

Selain itu mereka juga dinilai sering mengintimidasi para petani penggarap yang bermitra dengan Perusahaan Gula (PG) Jatitujuh.

“Mereka mengintimidasi para petani yang bermitra dengan PG Jatitujuh. Karena mereka ini ingin menguasai lahan,” Kata Lukman.

Lukman menambahkan selain mengamankan 10 orang yang merupakan pentolan FKAMIS, Polres Indramayu juga mengamankan para petani penggarap untuk dimintai keterangan.

Sementara untuk dua korban meninggal dunia itu dikarenakan mendapatkan beberapa sabetan senjata tajam.

“Untuk situasi saat ini kondusif, kita tegakan tindak pidana yang dilakukan oleh gerombolan preman itu,” katanya.@mpa/mdk

Baca Juga :  Tampil Perdana di Depan Publik, Ini Pesan Sahrul Gunawan

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ini Penjelasan Soal Downnya Facebook, Whatsapp dan Instagram Selama 6 Jam Lebih

Sel Okt 5 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS  – Tiga layanan dari grup Facebook yaitu Facebook, WhatsApp dan Instagram dilaporkan mengalami down pada Senin (5/10/2021) malam selama enam jam lamanya. Ketiga perusahaan tersebut memberikan sejumlah penjelasan resmi terkait hal itu. “Kami mengetahui bahwa beberapa pengguna mengalami masalah mengakses aplikasi dan produk-produk kami. Kami bekerja agar semua […]