Populasi Penduduk di Kabupaten Bogor Jadi Kendala Percepatan Vaksinasi

Editor H. Kusnadi. /visi.news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS |BANDUNG – Anggota DPRD Jabar, Haji Kusnadi membeberkan kendala percepatan vaksinasi di wilayah Kabupaten Bogor, yang tidak lain akibat padatnya populasi jumlah penduduk yang mencapai 5,4 juta jiwa atau sekitar 11,24 persen dari jumlah penduduk di Jabar.

Selain itu luas wilayah yang setara dengan satu Provinsi Sumatera Barat, membuat pencapaian target realisasi pemberian dosis di Kabupaten Bogor menjadi terhambat, maka dianggap wajar ketika kabupaten yang di pimpin oleh Bupati Ade Yasin itu bersetatus PPKM Level 3.

“Informasi yang saya peroleh, Kabupaten Bogor itu sudah merealisasikan vaksinasi sebesar 50 persen dan untuk lansia sebesar 40 persen, namun setatus level PPKM nya hingga saat ini masih Level 3,” katanya.

Politisi Golkar Dapil Kabupaten Bogor tersebut mengungkapkan, syarat untuk kenaikan level itu salah satunya diketahui ketika suatu daerah sudah mencapai target pemberian vaksinasi minimal 50 persen dari jumlah penduduk dan 40 persen pencapaian pemberian dosis terhadap lansia di daerah tersebut.

“Kabupaten Bogor ini kan sudah mencapai 50 persen, dan 40 persen lansia, tapi kita serahkan penilaian terhadap pemerintah pusat, apakah kemudian Kabupaten Bogor sudah bisa naek ke Level 2 atau belum,” ungkap Kusnadi.

Kepada VISINEWS, Kamis (4/11/21), Kusnadi menjelaskan, tingginya jumlah penduduk, menjadikan Kabupaten Bogor memiliki target vaksinasi terbanyak, yakni 4,2 juta jiwa atau 8,5 juta dosis vaksin. Untuk bisa mencapai target tersebut tentunya Kabupaten Bogor harus mempunyai nakes yang memadai sehingga bisa menjangkau ke pelosok – pelosok desa.

“Informasinya jumlah nakes di Kabupaten Bogor terbatas, jadi untuk menjangkau ke pelosok – pelosok desa cukup terhambat, apalagi di Kabupaten Bogor, masih banyak warga yang jalan kaki untuk mencapai lokasi tempat vaksinasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Bertolak ke Dubai Dini Hari Tadi, Keberanian Shin Tae-yong Pilih Pemain Muda di Timnas Indonesia Dapat Sorotan

Sehingga lanjut Kusnadi, untuk mengadakan vaksinasi di desa-desa, terutama di daerah pelosok harus dilakukan secara jemput bola atau door to door.

“Kesulitan ini juga dikeluhkan para kepala desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Bogor, salah satunya Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari, Cariu dan Nanggung,” pungkasnya.@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Peringatan Hari Pahlawan 10 November Pemkot Keluarkan Surat Edaran

Jum Nov 5 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengeluarkan Surat Edaran (SE) Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021. SE tertanggal 04 November 2021 itu ditandatangani langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Surat edaran bernomor 003.1/13152/436.3.1/2021 itu sudah disebarkan kepada Kepala Perangkat Daerah, Camat, Lurah, Direksi BUMN dan BUMD, […]