Search
Close this search box.

Potensi Besar di Balik Buah “Imperfect”: Mengurangi Limbah Pangan dan Mendukung Keberlanjutan

Ilustrasi buah imperfect./visi.news/deposit photos.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Buah-buahan dengan penampilan tidak sempurna, yang sering dianggap cacat atau “ugly fruit”, sering kali diabaikan meskipun memiliki rasa dan kandungan gizi yang sama dengan buah-buahan yang tampak sempurna. Meskipun banyak yang terbuang hanya karena bentuk, ukuran, atau warnanya yang tidak sesuai standar pasar, buah-buah ini menyimpan potensi besar, baik dari segi ekonomi maupun keberlanjutan lingkungan.

Indonesia, sebagai salah satu produsen buah terbesar di dunia, setiap tahunnya menghasilkan sekitar 24,9 juta ton buah segar. Namun, data menunjukkan bahwa Indonesia kehilangan 23 hingga 48 juta ton makanan, dengan buah-buahan menyumbang 20 persen dari jumlah tersebut. Buah yang dibuang tidak hanya menambah jumlah sampah yang mencemari lingkungan, tetapi juga menghasilkan gas metana yang memperburuk pemanasan global.

Beberapa organisasi di Indonesia, seperti Surplus, Garda Pangan, dan Foodbank Indonesia, telah berupaya menyalurkan buah-buahan “imperfect” yang masih layak konsumsi. Meski begitu, pemanfaatan buah-buahan ini belum optimal. Negara-negara seperti Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat telah sukses mengimplementasikan model bisnis untuk mengolah dan mendistribusikan buah-buahan yang tampaknya kurang menarik, dengan memberikan harga lebih murah atau mengolahnya menjadi produk turunan seperti jus dan sup.

Di Indonesia, tantangan terbesar dalam memanfaatkan ugly fruit adalah persepsi publik yang masih menganggap buah-buahan ini berkualitas rendah, serta keterbatasan akses petani terhadap fasilitas pengolahan. Selain itu, pemerintah belum memberikan regulasi atau insentif khusus untuk pemanfaatan buah yang tidak sempurna.

Namun, jika model pemanfaatan buah imperfect ini diterapkan secara luas, dapat memberikan dampak positif yang besar, baik bagi ekonomi maupun lingkungan. Mengurangi limbah pangan melalui pemanfaatan buah imperfect juga mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti mengakhiri kelaparan, konsumsi yang bertanggung jawab, dan penanggulangan perubahan iklim. Dengan mendukung UMKM lokal atau membeli buah-buahan imperfect, kita bisa ikut berperan dalam mengurangi limbah pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :