Search
Close this search box.

Prabowo Hadiri Puncak Harlah 1 Abad NU di Istora Senayan

Presiden RI Prabowo Subianto./visi.news/tangkapan layar youtube @setpres.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan menghadiri Puncak Peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026) pukul 09.00 WIB. Acara ini juga akan dihadiri para menteri Kabinet Merah Putih juga diundang untuk hadir.

Ketua Pengurus Besar NU (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyatakan pihaknya telah mengirim undangan resmi kepada Presiden Prabowo beserta seluruh menteri kabinet dan pimpinan badan serta lembaga.

“Kami sudah mengirim undangan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, juga kepada seluruh menteri kabinet dan pimpinan-pimpinan badan serta lembaga,” ujar Yahya dikutip dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Yahya, para tamu undangan menyatakan bisa hadir ke Harlah ke-100 NU.

Pada Harlah NU tahun ini mengusung tema ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia’. Yahya menjelaskan, tema ini sejalan dengan visi NU yang selaras dengan visi proklamasi Indonesia, yaitu memperjuangkan peradaban bagi seluruh umat manusia.

“Bahwa, visi proklamasi ini adalah visi untuk peradaban dunia. Bukan hanya untuk kepentingan bangsa Indonesia sendiri, untuk kepentingan rakyat Indonesia sendiri, tetapi untuk seluruh umat manusia,” kata Yahya

Selain jajaran pemerintahan, pimpinan pondok pesantren dari seluruh Indonesia dan para kiai juga akan hadir dalam acara tersebut.

Yahya mengatakan, pihaknya memprediksi akan ada 8.000-10.000 umat ikut hadir dalam acara peringatan besok. Selain itu, internal PBNU sendiri akan hadir lengkap. Mulai dari jajaran pimpinan pusat hingga perwakilan dari daerah.

“Alhamdulillah persiapan sudah lengkap. Akan hadir sebagai partisipan nanti seluruh segenap jajaran pengurus besar Nahdlatul Ulama, Tanfidziyah, Syuriyah, lembaga-lembaga, Mustasyar, A’wan, dan juga akan hadir seluruh badan-badan otonom yang ada,” ujarnya. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :