Proyek PLTSa Putri Cempo yang Tertunda Akibat Pandemi akan Dilanjutkan

Pemkot Solo diwakili Asisten Perekonomian, Agus Sutrisno, menandatangani adendum kontrak pembangunan PLTSa Putri Cempo, bersama Direktur PT CMCP, Elan Suherlan./visi.news/istimewa.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Nasib proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ( PLTSa ) Putri Cempo di Kota Solo, Jawa Tengah, yang dihentikan dengan alasan pandemi Covid 19, dipastikan akan dilanjutkan kembali.

Namun, untuk melanjutkan pembangunan sumber energi listrik alternatif dengan bahan baku sampah di tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Putri Cempo tersebut, perjanjian kontrak antara Pemkot Solo dan pihak kontraktor pelaksana harus diperbarui untuk menyesuaikan dengan aturan baru.

Kelanjutan proyek PLTSa satu-satunya di Indonesia tersebut dipastikan, setelah Pemkot Solo dengan pihak PT Solo Metro Citra Plasma (SMCP) menyepakati adendum kontrak untuk memperbaiki kontrak sebelumnya. Kesepakatan tercapai melalui pembahasan adendum kontrak antara Pemkot Solo yang diwakili Asisten Perekonomian Pemkot Solo, Agus Sutrisno, dengan Direktur PT CMCP, Elan Suherlan, di Bale Mangantipraja kompleks Balai Kota Solo, pada Kamis (19/11/2020).

Agus Sutrisno mengungkapkan kepada VISI.NEWS di Balai Kota Solo, Jumat (20/11/2020), sejak tahap financial closing Desember 2019 sampai awal November 2020, proyek PLTSa Putri Cempo belum ada perkembangan berarti disebabkan pelaksanaannya tertunda akibat pandemi Covid-19.

Sebelum pembangunan PLTSa Putri Cempo dilanjutkan, perjanjian kontrak harus diadendum menyusul terbitnya regulasi baru, Peraturan Menteri (Permen) Bappenas.
Dalam Permen Bappenas tersebut, di antaranya ada syarat pihak kontraktor pelaksana menyampaikan DED (engineering procurement) lebih dulu, baru disusul financial closing.

Sedangkan Pemkot Solo, berdasarkan kontrak sebelum terbitnya Permen Bappenas sudah mencapai kesepakatan finansial yang mendahului tahap teknis.

Menurut Agus Sutrisno, adendum perjanjian kontrak dilakukan untuk menjembatani beda aturan tersebut. Pemkot Solo dengan pihak kontraktor sepakat menyesuaikan perjanjian dengan aturan Bappenas, yaitu di dokumen kontrak baru dengan adendum ada perubahan redaksional.

Namun dalam pelaksanaan proyek, Elan Suherlan juga menyetujui dokumen sebelumnya tetap disertakan.

“Dengan persetujuan ini, kita pastikan pada 2021 PLTSa segera dimulai pembangunan konstruksinya. Mengingat pekerjaan ini merupakan pilot project di Indonesia, pengerjaannya harus diperhitungkan dengan matang dan sesuai standar yang ada,” ujar Agus.

Menanggapi kesepakatan baru tersebut, Elan Suherlan, menyatakan, DED yang disyaratkan akan diselesaikan dalam tempo 2 bulan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

“Kami akan menyelesaikan rancangan teknisnya dulu, sebelum proyek fisik dilaksanakan,” jelasnya.

Proyek pembangunan PLTSa Putri Cempo, semula dijadwalkan selesai Desember 2021. Namun, akibat proyek tersebut terdampak Pandemi Covid – 19, pekerjaan fisik proyek akan molor diperkirakan baru rampung pertengahan 2022.

Proyek PLTSa Putri Cempo yang dibiayai APBN senilai Rp 336 miliar, pada tahap pertama telah menyelesaikan prototipe pengolahan sampah sebagai bahan baku PLTSa.

Dalam operasional PLTSa tersebut, nantinya akan membutuhkan pasokan sampah lama rata-rata 250 ton per hari dan sampah baru sejumlah 295 ton per hari. Kebutuhan sampah tersebut, selain memanfaatkan deposit sampah di TPA Putri Cempo, juga akan dipasok dari kabupaten – kabupaten di sekitar Kota Solo.

Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo, minta, proyek PLTSa Putri Cempo yang terkendala pandemi Covid 19 harus tetap dikerjakan maksimal sehingga setelah proyek tersebut dioperasikan bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik, sekaligus mengurangi volume sampah. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pesan Kapolri Buat 8 Kapolda Yang Baru Dilantik: Netralitas Hingga Tegakan Prokes

Jum Nov 20 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Kapolri Jenderal Idham Azis resmi melantik delapan Kapolda baru termasuk di dalamnya Irjen Fadil Imran sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Nana Sudjana yang dianggap tidak menjalankan perintah untuk menegakan protokol kesehatan (prokes). Pelantikan itu dilakukan dalam prosesi serah terima jabatan (sertijab) di Rupatama Polri, Jakarta […]