Ridwan Kamil Pastikan Penyekatan Pemudik Dimulai 6 Mei

Editor Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan pergerakan pemudik yang mencuri start sejak awal sudah diantisipasi pihaknya bersama kepolisian. Penyekatan di sejumlah titik akan dilakukan di Bandung Raya dan Jabodetabek./via bisnis.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Larangan mudik Lebaran 2021 oleh Pemerintah Pusat mulai diaplikasikan pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat dengan melakukan langkah penyekatan di sejumlah titik terutama di perbatasan Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan pergerakan pemudik yang mencuri start sejak awal sudah diantisipasi pihaknya bersama kepolisian. Penyekatan di sejumlah titik akan dilakukan di Bandung Raya dan Jabodetabek.

“Penyekatan dimulai tanggal 6 Mei. Instruksi di kampung-kampung untuk karantina lima hari sudah kita tegaskan,” katanya di Bandung, Kamis (21/4/2021), seperti dilansir Bisnis.com.

Menurutnya kebijakan ini dilakukan agar kasus tsunami Covid-19 di India tidak terjadi di Indonesia. Potensi ledakan kasus menurutnya bisa terjadi jika larangan mudik ini tidak dindahkan oleh warga.

“Mohon pada warga tidak mudik dulu, tahan dulu. Ada kasus di India dimana orang euphoria, akhirnya dua minggu dia kena second wave melebihi kasus setahun di India,” ujarnya.

Dia meminta warga menahan diri dan memilih melakukan silaturahmi ke kampung halaman di waktu dimana kondisi penanganan pandemi Covid-19 sudah membaik. Menurutnya karena mudik bersifat massal dan bersamaan itu menjadi kondisi potensial penyebaran Covid-19.

“Kemarin di Jawa Tengah sudah ada korbannya. Ada pemudik datang ke sebuah kampung, bikin hajatan, botram, 37 warga di kampung itu terkena Covid-19,” tuturnya.

Sementara untuk mudik lokal yang jaraknya dekat pihaknya tidak mempermasalahkan. Menurutnya mencegah pemudik yang daerahnya berjauhan menjadi prioritas pihaknya selaras dengan pemerintah Pusat.

Pemerintah memperketat mekanisme perjalanan transportasi pada saat musim mudik 2021, yakni pada H-14 peniadaan mudik dan H+7.

Kebijakan itu diambil sebagai antisipasi lonjakan jumlah pemudik yang hendak pergi dalam rentang waktu tersebut.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Bupati Probolinggo dan Suami Jadi Tersangka

Aturan tersebut terangkum dalam adendum Surat Edaran No. 13/2021 yang mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik selama 22 April-5 Mei 2021 dan H+7 peniadaan mudik (18-24 Mei 2021).

Sementara itu, masa peniadaan mudik yang awalnya ditetapkan pada 6-17 Mei 2021, tetap berlaku sesuai aturan sebelumnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemilik SPBU Pertamina dan Pertashop Mudah Mendapatkan Perlindungan Asuransi

Kam Apr 22 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Saat ini tersedia beberapa opsi bagi masyarakat yang ingin berwirausaha bersama PT Pertamina (Pertamina), diantaranya adalah melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Pertashop atau disebut juga SPBU mini yang bekerjasama resmi dengan Pertamina. Tentunya sebagai wirausahawan yang profesional, seluruh aspek dalam pelaksanaan bisnis perlu dianalisa […]