Search
Close this search box.

Rieke Diah Pitaloka Soroti Holding BUMN Farmasi Usul Tambahan PMN Rp2,21 Triliun

Sosok Rieka Diah Pitaloka./visi.news./wikipedia

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mengekspresikan ketidaksetujuannya terhadap usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,21 triliun dari PT Bio Farma (Persero). Dia mengatakan bahwa kondisi keuangan perusahaan dan anak usahanya, PT Kimia Farma Tbk. dan PT Indofarma Tbk., masih merugi dan berada dalam polemik fraud. Rieke menolak penggunaan APBN untuk menyelesaikan masalah BUMN, mengingat PMN bersumber dari pajak rakyat. Dia berpendapat bahwa PMN bukan hanya bersumber dari dividen yang dihasilkan BUMN, tetapi sebagian besar sumbernya berasal dari APBN. Kritiknya juga mencakup kurangnya sinergi di dalam holding BUMN farmasi, yang seharusnya mampu meningkatkan efisiensi dan kinerja masing-masing BUMN dengan bersinergi

Berikut adalah berita terkini mengenai holding BUMN farmasi yang mengajukan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN sebesar Rp2,21 triliun:

DPR Soroti Holding BUMN Farmasi Usul Tambahan PMN Rp2,21 Triliun: Anggota Komisi VI DPR RI mempertanyakan usulan PT Bio Farma (Persero), holding BUMN farmasi, yang mengajukan tambahan PMN untuk tahun 2025. Kondisi keuangan perusahaan dan anak usahanya, PT Kimia Farma Tbk. dan PT Indofarma Tbk., menjadi sorotan karena merugi dan berada dalam polemik fraud. Anggota DPR menolak penggunaan APBN untuk menyelesaikan masalah BUMN, mengingat PMN bersumber dari pajak rakyat. Pada 2023, kinerja Holding BUMN Farmasi menunjukkan penurunan pendapatan dan rugi bersih.

Permintaan PMN Bio Farma untuk 2025: Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, meminta tambahan PMN sebesar Rp2,21 triliun untuk capital expenditure (Capex) pembangunan fasilitas produksi baru. Bio Farma berencana mengembangkan pabrik farmasi di luar lokasi pabrik yang ada saat ini di Pasteur, Bandung. Alokasi PMN juga diperlukan untuk pembaruan mesin dan teknologi yang ada saat ini.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Hari Ini, Ancam Hujan Petir dan Udara Tak Sehat

Alasan di balik permintaan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,21 triliun dari PT Bio Farma (Persero) adalah untuk capital expenditure (Capex). Perusahaan berencana mengembangkan fasilitas produksi baru di luar lokasi pabrik yang ada saat ini di Pasteur, Bandung. Dana tersebut juga akan digunakan untuk pembaruan mesin dan teknologi yang ada saat ini.

@shintadewip

Baca Berita Menarik Lainnya :