VISI.NEWS | BANDUNG – Ribuan dokumen baru terkait Jeffrey Epstein kembali membuka babak lanjutan dari jaringan pergaulan finansier kontroversial tersebut, termasuk hubungannya dengan sejumlah tokoh besar di dunia olahraga internasional. Berkas yang dirilis pekan lalu memuat email, pesan singkat, serta pembahasan bisnis yang menunjukkan komunikasi masih terjalin dengan beberapa eksekutif Formula 1, sepak bola Eropa, hingga NFL, bahkan setelah Epstein divonis pada 2008 atas kasus kejahatan seksual. Kemunculan nama dalam dokumen ini tidak otomatis menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana, namun isi percakapan memicu sorotan tajam karena hubungan itu terjadi bertahun-tahun setelah kasus hukumnya terungkap ke publik.
Salah satu nama yang muncul adalah Jean Todt, mantan Presiden FIA dan eks bos Ferrari.
Dalam korespondensi tahun 2017, Todt menulis kepada Epstein, “Senang bisa mengenal Anda lewat teman kita bersama, Terje.”
Ia juga menambahkan, “Beri tahu saya jika Anda datang ke Paris atau Jenewa. Saya akan kembali ke New York pertengahan Juli.”
Pesan itu menunjukkan adanya pertemuan sosial yang berlangsung lama setelah vonis awal Epstein.
Dari lingkar Formula 1 juga muncul nama Flavio Briatore, yang kini menjabat penasihat eksekutif tim Alpine. Dalam salah satu rangkaian email bisnis, Epstein menyebutnya sebagai “teman Italia saya” ketika membahas potensi transaksi pesawat pribadi. Dokumen tidak merinci kelanjutan pembicaraan tersebut, namun komunikasi yang tercatat menunjukkan hubungan yang tetap terjaga.
Di dunia sepak bola Inggris, investor Crystal Palace sekaligus pemilik beberapa tim olahraga Amerika, Josh Harris, juga tercatat pernah berhubungan dengan Epstein. Seusai pertemuan sarapan pada 2013, Harris menulis, “Terima kasih sudah mengundang saya.” Pada 2016, ia kembali mengirim pesan, “Senang bisa bertemu lagi nanti.”
Menanggapi hal itu, juru bicaranya menyatakan, “Josh Harris tidak pernah memiliki hubungan pribadi yang berdiri sendiri dengan Jeffrey Epstein.” Ia menambahkan, “Harris justru berusaha mencegah upaya Epstein menjalin hubungan korporasi dengan Apollo.”
Dokumen juga memperlihatkan upaya Epstein menjalin koneksi dengan Todd Boehly pada 2011, jauh sebelum Boehly dikenal sebagai pemilik bersama Chelsea. Tidak ada komentar resmi yang tercatat dari pihak Boehly terkait kemunculan namanya.
Sementara itu, perwakilan miliarder Irlandia Dermot Desmond menegaskan, “Tuan Desmond tidak memiliki kontak dalam bentuk apa pun dengan Tuan Epstein.”
Mereka juga menyatakan, “Ia tidak pernah bertemu Epstein dan tidak memiliki hubungan apa pun dengannya.”
Sorotan turut mengarah ke NFL setelah korespondensi antara Epstein dan pemilik bersama New York Giants, Steve Tisch, terungkap.
Dalam satu email tahun 2013, Epstein menulis, “Saya bisa membawa perempuan Rusia itu kalau Anda mau.”
Tisch membalas, “Apakah dia menyenangkan?”
Dalam klarifikasinya, Tisch mengatakan, “Kami memiliki hubungan singkat di mana kami saling berkirim email tentang perempuan dewasa, dan juga membahas film, kegiatan amal, serta investasi.”
Ia menegaskan, “Saya tidak pernah menerima undangannya dan tidak pernah pergi ke pulaunya.”
Ia juga menyatakan penyesalan, “Sekarang kita semua tahu dia orang yang sangat buruk dan saya sangat menyesal pernah berhubungan dengannya.”
Komisioner NFL Roger Goodell menanggapi dengan pernyataan, “Kami akan melihat semua faktanya.”
Ia menambahkan, “Kami akan meninjau konteks pesan-pesan tersebut.”
Selain Epstein, dokumen juga memuat komunikasi dengan Ghislaine Maxwell sebelum vonis dijatuhkan. Casey Wasserman, ketua penyelenggara Olimpiade Los Angeles 2028, mengakui penyesalan atas korespondensi lamanya.
Ia mengatakan, “Saya sangat menyesali korespondensi saya dengan Ghislaine Maxwell yang terjadi lebih dari dua dekade lalu.”
Ia menegaskan, “Saya tidak pernah memiliki hubungan pribadi maupun bisnis dengan Jeffrey Epstein.”
Mantan pembalap Formula 1 Eddie Irvine, yang sebelumnya pernah mengakui menghadiri acara sosial yang juga dihadiri Epstein dan Maxwell, pernah berkata, “Saya cukup mengenal Ghislaine.”
Ia menambahkan, “Saat saya berada di sana, itu hanya makan malam biasa dan pesta biasa.”
Mengenai kejahatan yang kemudian terungkap, ia menyatakan, “Tentang hal-hal lainnya, saya benar-benar tidak tahu.”
Rilis dokumen ini kembali memperlihatkan luasnya jejaring sosial Epstein di kalangan elite global, termasuk industri olahraga. Sejumlah figur yang namanya tercantum menegaskan bahwa hubungan yang terjadi bersifat sosial atau profesional dan mengaku tidak mengetahui kejahatan yang dilakukan Epstein. Meski demikian, fakta bahwa komunikasi tetap berlangsung lama setelah vonis 2008 membuat publik kembali mempertanyakan batas antara relasi sosial, kepentingan bisnis, dan tanggung jawab moral di lingkar kekuasaan internasional. @kanaya