VISI.NEWS | BANDUNG – Pelatih Rio Ave, Sotiris Silaidopoulos, melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit usai timnya kalah 1 4 dari Sporting CP di Vila do Conde pada Senin (11/5/2026). Menurutnya, pertandingan yang awalnya berjalan menarik berubah drastis akibat keputusan penalti kontroversial yang berujung kartu merah bagi Petrasso.
Insiden tersebut menjadi titik balik laga ketika Luis Suarez terjatuh di area terlarang. Wasit memberikan penalti sekaligus kartu kuning kedua kepada Petrasso yang membuat Rio Ave harus bermain dengan sepuluh pemain menghadapi salah satu tim terkuat Liga Portugal.
“Tenho uma análise diferente… mas não sei se posso a dizer. Foi um jogo muito bonito que os árbitros estragaram. Para mim não é penálti e foi um momento decisivo do encontro porque o Petrasso levou amarelo e depois levou o segundo, mas não quero perder muito tempo nisto (“Saya punya analisis yang berbeda… tetapi saya tidak tahu apakah saya bisa mengatakannya. Itu adalah pertandingan yang sangat bagus, namun dirusak oleh wasit. Bagi saya itu bukan penalti dan itu menjadi momen penentu pertandingan karena Petrasso mendapat kartu kuning lalu kartu kuning kedua, tetapi saya tidak ingin terlalu banyak membahas hal ini),” kata Sotiris Silaidopoulos, Pelatih Rio Ave.
Silaidopoulos menilai timnya sebenarnya tampil cukup baik pada babak pertama. Rio Ave mampu menunjukkan keberanian bermain terbuka melawan Sporting dan sempat memiliki peluang untuk mengubah arah pertandingan sebelum momentum hilang akibat keputusan tersebut.
“Começámos muito bem, mostrámos que queríamos jogar contra uma grande equipa e fizemos uma boa primeira parte. Houve alguns momentos depois do penálti que poderíamos ter marcado e o jogo teria sido diferente. Os erros individuais fazem parte do jogo e quando jogas contra uma grande equipa como o Sporting, paga-se caro. Nos últimos jogos mostrou uma boa imagem, praticámos bom futebol e isso deixa-me bastante otimista para a próxima temporada (“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik, menunjukkan bahwa kami ingin bermain melawan tim besar dan menjalani babak pertama yang bagus. Ada beberapa momen setelah penalti ketika kami sebenarnya bisa mencetak gol dan pertandingan mungkin akan berjalan berbeda. Kesalahan individu adalah bagian dari permainan dan ketika bermain melawan tim besar seperti Sporting, hal itu harus dibayar mahal. Dalam beberapa pertandingan terakhir kami menunjukkan performa yang baik, memainkan sepak bola yang bagus, dan itu membuat saya cukup optimistis untuk musim depan),” ujar Sotiris Silaidopoulos, Pelatih Rio Ave.
Meski kecewa terhadap kepemimpinan pertandingan, pelatih asal Yunani itu tetap mencoba melihat sisi positif dari performa timnya. Ia memuji kedisiplinan taktik dan mentalitas pemain yang tetap berusaha melawan meski bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.
“Jogar contra este tipo de equipas com 10 jogadores é sempre difícil. Mas o esforço esteve lá, estivemos bem na parte tática e tivemos alguns momentos em que fizemos o Sporting adaptar-se à nossa estratégia. Mas vamos olhar para as coisas boas, a mentalidade e a forma como queremos jogar este tipo de jogos. Estou muito satisfeito com isso (Bermain melawan tim seperti ini dengan 10 pemain selalu sulit. Namun usaha para pemain tetap terlihat, kami tampil baik secara taktik dan memiliki beberapa momen yang membuat Sporting harus menyesuaikan diri dengan strategi kami. Tetapi kami akan melihat sisi positifnya, yakni mentalitas dan cara kami ingin memainkan pertandingan seperti ini. Saya sangat puas dengan hal tersebut),” ungkap Sotiris Silaidopoulos, Pelatih Rio Ave.
Saat ditanya mengenai dugaan Luis Suarez yang terlalu mudah terjatuh untuk memengaruhi keputusan wasit, Silaidopoulos memilih singkat menjawab.
“Pergunte ao árbitro” cetus Sotiris Silaidopoulos, Pelatih Rio Ave.
Di luar kontroversi pertandingan, ia juga menyoroti pentingnya stabilitas klub setelah Rio Ave kehilangan lima pemain inti pada bursa transfer musim dingin lalu. Menurutnya, dukungan manajemen, pemain, dan suporter menjadi fondasi utama proses pembangunan ulang tim menuju musim depan yang lebih kompetitif. @desi