VISI.NEWS|BANDUNG -AS Roma memastikan langkah ke babak 16 besar Liga Europa melalui laga penuh tekanan di Athens Olympic Stadium. Bermain hampir sepanjang pertandingan dengan 10 orang, I Lupi mampu menahan imbang Panathinaikos 1-1 pada matchday terakhir fase liga, Jumat (30/1/2026) dini hari WIB.
Roma sebenarnya tampil meyakinkan di awal laga dan langsung menguasai jalannya pertandingan. Peluang emas sempat hadir melalui Kostas Tsimikas dan Lorenzo Pellegrini, namun belum mampu membuahkan gol.
Situasi berubah drastis pada menit ke-13 ketika Gianluca Mancini diganjar kartu merah usai wasit meninjau VAR. Bek Roma itu dinilai sebagai pemain terakhir saat menjatuhkan Milos Pantovic.
“Kartu merah itu jelas mengubah dinamika pertandingan, kami harus mengatur ulang segalanya,” ujar Gian Piero Gasperini.
Meski kehilangan satu pemain, Roma tetap berusaha bermain disiplin. Panathinaikos mendapat momentum dan nyaris unggul pada menit ke-37 saat sepakan Georgios Katris menghantam mistar gawang.
Tuan rumah akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-58. Vicente Taborda memanfaatkan bola liar di kotak penalti, melewati Daniele Ghilardi, lalu menaklukkan Pierluigi Gollini untuk membawa Panathinaikos unggul 1-0.
“Kami merasa bisa mengunci kemenangan setelah gol itu,” kata Taborda.
Namun Roma menunjukkan karakter mereka. Meski terus ditekan dan kalah jumlah pemain, tim asal Italia itu tetap mencari celah. Usaha tersebut berbuah pada menit ke-80. Umpan silang Niccolo Pisilli dari sisi kanan berbelok arah dan disambut sundulan Jan Ziolkowski untuk menyamakan kedudukan.
“Kami tidak menyerah, bahkan ketika semuanya terasa sulit,” ujar Ziolkowski.
Hasil imbang ini sudah cukup bagi Roma untuk finis di peringkat kedelapan klasemen Liga Europa dengan 16 poin, unggul selisih gol atas Genk. Roma pun lolos langsung ke babak 16 besar tanpa harus melalui play-off.
Sementara itu, Panathinaikos mengakhiri fase liga di posisi ke-20 dengan 12 poin dan harus melanjutkan perjuangan melalui babak play-off.
Laga ini menjadi bukti ketangguhan Roma dalam situasi krisis, sekaligus menegaskan bahwa satu poin bisa terasa seperti kemenangan ketika diraih dengan pengorbanan besar.@fajar












