Rumah dan Kantor Bupati KBB Digeladah KPK

Editor Sejumlah petugas KPK tengah memasuki kantor bupati KBB di Ngamprah, baru-baru ini./visi.news/apih igun.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sejumlah petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuah heboh kantor pemerintahan Bupati Bandung Barat. Pasalnya KPK melakukan penggeledahan di beberapa rumah di dekat rumah Bupati KBB, Aa Umbara Sutisna yang terletak di Lembang, kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dari pemantauan di lapangan, sejumlah petugas memakai rompi KPK mendatangi kediaman Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna di Jalan Murhadi, Lembang Kabupaten Bandung Barat, Selasa (16/3/2021) siang. Penggeledahan ini merupakan hasil pengembangan pemeriksaan sebelum ya terhadap anak AA Umbara, Andri Wibawa. Diduga terkait kasus anggaran penanggulangan Covid-19 di KBB yang disalahgunakan.

Petugas langsung mengecek rumah bupati. Mereka menelusuri gang sempit yang didampingi anggota kepolisian bersenjata lengkap.

Diduga penggeledahan di lapangan terkait dengan pemanggilan dan pemeriksaan KPK terhadap bupati beberapa waktu lalu soal bansos COVID-19. Petugas juga melelukan pemeriksaan di kantor bupati Setda KBB.

Belum ada klarifikasi dari petugas KPK yang mendatangi rumah bupati hingga berita ini diturunkan.

Sebelumnya beredar, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan terhadap Andri Wibawa, putra Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beredar di luas di media sosial.

Penyidikan tersebut terkait dengan kasus pengadaan bantuan sosial Pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial Pemkab Bandung Barat tahun 2020. Andri diduga melakukan tindak pidana korupsi pada pengadaan bantuan pada Jaring Pengaman Sosial tahun lalu.

Selain anak, Aa Umbara dan pengusaha juga ikut berperan

Dalam surat perintah penyidikan nomor : Sprin.Dik/18/Dik.00/01/02/2021 itu tercantum KPK menetapkan Andri Wibawa sebagai tersangka. Selain Andri, KPK juga menyebut Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan seorang pengusaha bernama Totoh Gunawan turut berperan dalam kasus tersebut.

Baca Juga :  Gunung Semeru Meletus, MUI Ajak Masyarakat Galang Bantuan

Surat yang ditandatangani Direktur Penyidikan KPK, Setyo Budiyanto tersebut disebutkan bahwa per tanggal 26 Februari 2021, telah dilakukan penyidikan perkara tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh Andri Wibawa bersama Aa Umbara dan Totoh Gunawan.

Mereka disangkakan melakukan pembantuan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi, gaimana dimaksud dalam pasal 12 hurufi dan atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Ata Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1 ke-1 jo pasal 56 KUHP).@pih

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Singapore Intercultural School Group Terapkan Program Virtual Reality untuk Para Siswa di Jakarta Selatan

Rab Mar 17 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Menyadari keberhasilan teknologi Virtual Reality (VR) di perguruan tinggi, Singapore Intercultural School (SIS) Group akan menerapkan Virtual Reality di sekolah internasional mereka yang baru, SIS South Jakarta di ibu kota Indonesia. Setelah Program Percontohan VR pada semua sekolah SIS yang sukses akhir tahun lalu dan merancang sendiri […]