Search
Close this search box.

SDG Academy Indonesia Luncurkan Program Pembelajaran dan Kepemimpinan Seluler

sdgacademyindonesia.id

Bagikan :

VISI.NEWS – SDG Academy Indonesia, sebuah platform kolaborasi antara United Nations Development Program (UNDP), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Tanoto Foundation, Kamis (25/3/2021) meluncurkan SDG Mobile Learning digitalnya. Program dan Program Sertifikasi Kepemimpinan SDG.

Sekitar 30 peserta dari seluruh Indonesia telah dipilih untuk gelombang pertama Program Sertifikasi Kepemimpinan SDG. Program ini dirancang untuk memberdayakan para pemimpin lokal di berbagai sektor dengan pengetahuan terkini tentang SDG. Individu dan institusi yang berpartisipasi dalam program ini akan dibekali dengan keterampilan pemecahan masalah yang kompleks, menggunakan model kasus yang inovatif dan pengalaman langsung.

Program Pembelajaran Seluler SDG, kata Kepala Sekretariat SDG dan Staf Ahli Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas Vivi Yulaswati, meruntuhkan hambatan jarak dengan menyediakan akses online yang lebih besar ke sumber daya pembelajaran untuk semua orang di negara kepulauan yang luas ini.

SDG Academy Indonesia, katanya lebih lanjut, diluncurkan pada tahun 2019 dengan misi untuk meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan Negara dan non-Negara di tingkat lokal untuk mempercepat pencapaian SDGs.

“SDG Academy Indonesia merupakan wadah untuk memperkuat keterlibatan banyak pemangku kepentingan untuk belajar, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam pencapaian SDGs. Hal ini dilakukan melalui contoh nyata dan inovatif untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan. SDG Academy Indonesia juga diharapkan dapat membantu memperkuat kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam merumuskan rencana aksi daerah SDGs dan mengawasi pelaksanaannya, yang sangat membutuhkan kepemimpinan dan kapasitas teknis,” kata Vivi.

Pekerjaan dalam Agenda 2030, imbuh Koordinator Residen PBB di Indonesia Nn. Valerie Julliand sedang dipercepat – dipandu oleh janji untuk tidak meninggalkan siapa pun. “SDGs menuntut transformasi ekonomi, masyarakat, dan perilaku manusia. Ini tidak akan terjadi kecuali orang-orang menyadari tujuan tersebut, melihat keprihatinan mereka sendiri di Tujuan, dan tahu apa yang dapat mereka lakukan untuk melaksanakan Tujuan. Oleh karena itu, komponen pendidikan SDGs sangat penting, dan saya percaya peran program SDG Academy Indonesia penting dalam upaya ini,” katanya.

Baca Juga :  Marc Klok Tegaskan Misi Gila Persib!

Perwakilan UNDP Indonesia, Mr. Norimasa Shimomura berkata, “Dengan jaringan global UNDP, SDG Academy Indonesia juga akan mendapatkan keuntungan dari wawasan dan pengalaman dari seluruh dunia yang akan membantu kami mengembangkan solusi inovatif yang disesuaikan dengan konteks pembangunan Indonesia”.

Ia menambahkan, partisipasi perempuan merupakan landasan filosofi inklusif SDG Academy Indonesia.

“Potensi perempuan yang luar biasa untuk mempromosikan pemerintahan yang baik, ekonomi, sains dan teknologi sebagian besar belum dimanfaatkan. Inilah mengapa program pembelajaran SDG Academy Indonesia dirancang untuk secara sadar mempromosikan kepemimpinan perempuan dan kesetaraan gender,” kata Shimomura seraya menambahkan bahwa akademi berkomitmen untuk memiliki keterwakilan perempuan yang setara di antara peserta kursusnya.

Sementara  CEO Global Tanoto Foundation J. Satrijo Tanudjojo,  mencatat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan. “The Tanoto Foundation berkomitmen untuk ambil bagian dalam upaya pencapaian SDGs di Indonesia. Kemitraan kami dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan UNDP Indonesia dalam mendirikan SDG Academy Indonesia adalah contoh praktik yang baik tentang bagaimana Negara dan non -Pelaku negara bisa bekerja sama dalam mempercepat pencapaian SDGs,” ujarnya. Tanoto Foundation adalah organisasi filantropi keluarga independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada tahun 1981.

SDG Academy Indonesia memiliki tiga program utama: SDG Mobile Learning, SDG Leadership Certification, dan SDG Study Abroad, yang mencakup empat dimensi penting pengembangan kapasitas: pengetahuan, karakter, keterampilan, dan nilai.@mp alam

Baca Berita Menarik Lainnya :