Search
Close this search box.

Semen Indonesia Fokus Gunakan Bahan Bakar Alternatif untuk Produksi Semen Ramah Lingkungan

Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Donny Arsal./visi.news/instagram donnyarsal.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, atau SMGR, berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara dengan menggunakan bahan bakar alternatif di industri semen, sebagai bagian dari upaya untuk menghasilkan produk semen yang lebih ramah lingkungan dan rendah karbon. Hal ini juga mendukung tujuan global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). Direktur Utama PT Semen Indonesia, Donny Arsal, menjelaskan bahwa penggunaan bahan bakar alternatif di pabrik-pabrik Semen Indonesia mengikuti prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah pertanian, industri, serta sampah perkotaan diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF), biomassa, dan sumber lainnya.

“Inisiatif ini menjadi bukti kepedulian Semen Indonesia terhadap kelestarian lingkungan, serta partisipasi perusahaan dalam upaya mencapai target net zero emission pada 2060,” kata dia, Jumat (22/11/2024).

Donny menyatakan bahwa inisiatif ini menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kelestarian lingkungan serta kontribusinya untuk mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060. Dengan menggunakan bahan bakar alternatif, perusahaan tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga menciptakan dampak positif di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan. RDF, misalnya, membantu mengurangi emisi GRK sekaligus menjadi solusi untuk mengatasi masalah sampah perkotaan, seperti keterbatasan lahan TPA dan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.

“Seperti keterbatasan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA), bau tak sedap, dan gangguan penyakit pada masyarakat,” imbuh dia.

Selain itu, pemanfaatan biomassa dari limbah pertanian sebagai bahan bakar alternatif juga mengurangi potensi pelepasan gas metana jika limbah tersebut dibiarkan terdegradasi. Donny menambahkan bahwa penggunaan biomassa memberi keuntungan ekonomi kepada masyarakat, terutama petani, dengan memberikan tambahan pendapatan. Untuk mendorong penggunaan bahan bakar alternatif lebih lanjut, Semen Indonesia telah menetapkan kebijakan keberlanjutan energi dalam Surat Keputusan Direksi tentang Tata Kelola Keberlanjutan Lingkungan, yang tercantum dalam Peta Jalan Keberlanjutan SIG 2030.

Baca Juga :  Perjalanan Tiga Pemain Timnas Indonesia di Eropa

Selama tahun 2023, Semen Indonesia berhasil meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif menjadi 559.625 ton, yang meningkat 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 437.232 ton.

“Dengan inisiatif tersebut, Semen Indonesia melakukan substitusi batu bara dalam produksi semen sehingga rasio TSR tercapai sebesar 7,27 persen,” terang dia.

Atas prestasi ini, Donny Arsal meraih penghargaan The Best CEO: Strong Commitment in Utilisation of Alternative Fuel as Coal Alternative di ajang Top CEO Indonesia Awards 2024. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :