VISI.NEWS – Usai libur panjang lebaran Idulfitri 2020, aktivitas pelayanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Tasikmalaya Kota membeludak.
Bahkan, pihak Polres Tasikmalaya Kota terpaksa harus membatasi jumlah pemohon dan menerapkan protokol kesehatan karena berkaitan dengan pandemi Covid-19.
“Pelayanan publik yang berkaitan dengan kepolisian tetap dilaksanakan sekalipun di tengah pandemi Covid- 19. Hanya saja dalam pelaksanaannya berbeda yakni menerapkan protokol kesehatan seiring pandemi,” kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP. Anom Karibianto kepada wartawan, Jumat (5/6).
Kapolres menambahkan, usai libur panjang pemohon SKCK memang membeludak. Mereka datang berbondong-bondong ke Polres Tasikmalaya Kota untuk mendapatkan layanan SKCK.
“SKCK merupakan dokumen wajib bagi para pelamar kerja. Kita siap melayani meski jumlah Pembuat SKCK mencapai lebih dari 100 orang, bahkan sudah melebihi kapasitas ruangan pelayanan SKCK,” tuturnya.
Dikatakan Anom, karena membeludaknya pemohon, terpaksa pihaknya membatasi jumlah layanan, yaitu setiap harinya hanya melayani 200 pemohon.
“Jumlah tersebut terbagi dua bagian yakni 100 pemohon bagi yang hendak memperpanjang dan 100 pemohon lagi adalah mereka yang baru termasuk untuk layanan sidik jari,” katanya.
Dijelaskannya, pembatasan jumlah tersebut guna menghindari terjadinya kerumunan seiring dengan pandemi Covid-19 dan agar pelayanan lebih optimal.
“Itu pun pemohon wajib melaksanakan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk dengan fasilitas yang sudah disediakan,” tambahnya.
Dikatakan Kapolres, pemohon SKCK kebanyakan untuk kebutuhan melamar kerja dan syarat pendidikan di perguruan tinggi.
Jumlah tersebut kata Kapolres, terjadi peningkatan dibandingkan pada hari-hari biasanya. Terjadinya peningkatan ini seiring dengan libur lebaran dan cuti bersama yang cukup panjang.
“Seperti dijelaskan sebelumnya untuk pelayanan publik di Polres Tasikmalaya Kota berjalan seperti biasa. Namun yang membedakan saat ini adalah memberlakukan protokol kesehatan,” pungkasnya. @erm