Soal Saham Freeport, Haris Azhar: Jangan Asal Bicara, Mana Buktinya!

Editor Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar. /net
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar membantah tudingan kuasa hukum Luhut Binsar Pandjaitan, Juniver Girsang yang menyebut dirinya pernah meminta saham PT Freeport.

“Emangnya saya siapa minta saham Freeport? Kalau ada dokumentasi, bukti, saya minta saham tersebut atau yang dimaksud, mohon disampaikan. Jangan asal bicara,” kata Haris kepada wartawan dikutip pada Jumat (1/10/2021).

Ia mengatakan pernah menelpon luhut saat dirinya menjadi kuasa hukum Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS). “Saya pada tanggal 4 Maret 2021 membantu dalam kapasitas kuasa hukum FPHS (Forum Pemilik Hak Sulung) masyarakat adat dari sekitar wilayah tambang Freeport Indonesia,” kata dia.

“Mereka, sejak divestasi saham Fi ke Inalum, dijamin alokasinya tapi tidak jelas ke mana saham tersebut sampai saat ini,” ujarnya.

Haris pun menghubungi Luhut karena posisinya sebagai Menko Marves. “Kan masalah ini sejak awal dikawal oleh LBP. Jadi kami datang untuk meminta fasilitasi negara menyelesaikan alokasi saham tersebut yang tidak kunjung tuntas di area Papua,” katanya.

Namun saat itu yang datang menemui hanya salah satu pejabat di Menko Marves, Pak Lambok. “BUKAN LBP yang temui kami,” lanjutnya.

Ia menyebut memiliki dokumen lengkap terkait pertemuan tersebut, sehingga Haris menegaskan bahwa tuduhan kuasa hukum luhut tidak benar.

“Dokumen saya lengkap soal ini semua, dan sampai saat ini tidak diketahui apa kontribusi kantor Marves untuk soal saham masyarakat adat yang belum tuntas tersebut. So, statement kuasa hukum LBP tidak tepat kalau menuduh saya minta saham,” katanya.

Sebelumnya, Luhut Pandjaitan melaporkan Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya terkait dengan dugaan pencemaran nama baik atas video yang diunggah Haris.

Baca Juga :  Hasil Liga Italia: Juventus Nyaris Dipermalukan Verona

Laporan Luhut di Polda Metro Jaya diketahui telah ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Laporannya teregister dengan nomor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, 22 September 2021.@mpa/rqnews

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Di Hari Batik Nasional Ada Parade Prajurit Keraton dan Srawung Batik Nusantara

Jum Okt 1 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOLO¬†– Keraton Surakarta yang sering disebut-sebut sebagai pusat pengembangan budaya Jawa, khususnya batik tradisional, untuk pertama kali dalam peringatan Hari Batik Nasional tahun 2021, pada 2 Oktober 2021, akan memeriahkan dengan serangkaian kegiatan, di antaranya pagelaran “Royal Heritage Seminar”, peragaan ragam busana batik, parade prajurit keraton dan […]