Sudah 10 Tahun, Ratusan KK di Desa Haurpugur Rancaekek Rawan Banjir

Editor :
Saepul Azhari, Kepala Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung./visi.news/budimantara.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sejumlah kawasan yang meliputi beberapa RW di Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, rawan banjir ketika musim hujan tiba. Daerah-daerah yang rawan banjir itu meliputi Kampung Popojok, Kampung Cabokkidul, dan Kampung Cabokkaler.

“Diperkirakan sebanyak 180 kepala keluarga (KK) di Kampung Popojok yang rawan terendam banjir, selain sebanyak 150 KK di Kampung Cabokkaler dan 200 KK di Kampung Cabokkidul,” ujar Kepala Desa Haurpugur, Saepul Azhari, kepada VISI.NEWS di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Dikatakan Saepul lebih lanjut, ancaman banjir itu selalu terjadi ketika turun hujan deras.

“Yang menjadi penyebab di tiga kampung itu menjadi langganan banjir setiap musim hujan, yaitu adanya jembatan rel kereta api yang menghalangi aliran air sehingga menimbulkan genangan,” ujarnya Saepul.

Ia mengatakan, gorong-gorong saluran air di bawah jembatan rel kereta api itu sangat kecil dan rendah sehingga menghambat aliran air.

“Untuk menanggulangi kerawanan banjir di tiga kampung tersebut, kami berharap ada penataan lingkungan dengan melibatkan pengelola kereta api. Supaya aliran air lebih lancar dan tak terhalang oleh jembatan kereta api. Minimal di bawah jembatan itu, saluran airnya lebih besar untuk mempercepat aliran air supaya tidak terjadi genangan,” tuturnya.

Tak hanya itu, Saepul pun berharap kepada pihak berwenang, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai Citarum melakukan upaya normalisasi Sungai Citarik, anak Sungai Citarum. Yaitu melalui pelebaran atau pengerukan Sungai Citarik yang melintasi Desa Haurpugur.

“Berdasarkan pengakuan dari warga sekitar, mereka mengeluhkan kampungnya rawan banjir kurang lebih selama 10 tahun ini. Itu akibat tidak normalnya pembuangan air ke Sungai Citarik,” ujarnya.

Ia pun sempat memantau ke lapangan, kawasan tersebut bisa terendam banjir antara dua sampai tiga hari di saat turun hujan deras.

“Tak hanya ratusan rumah yang terendam banjir, lahan pertanian padi sawah juga turut terendam banjir. Kami berharap ada pengerukan atau normalisasi Sungai Citarik,” pungkasnya. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BREAKING NEWS: KPK Tangkap Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna

Jum Nov 27 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – KPK kembali menggelar operasi tangkap tangan pada Jumat (27/11/2020). Kali ini, KPK menangkap Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna. Melansir kumparan.com, sumber menyebut Ajay ditangkap bersama beberapa orang lainnya sekitar pukul 10.00 WIB. Meski demikian, belum dijelaskan dugaan kasus apa yang menjerat Ajay. Adapun Plt. juru bicara […]