Search
Close this search box.

Sungai Cianjur Berubah Merah: Dugaan Pencemaran Darah Hewan Kurban Gegerkan Warga

Sungai Cianjur Berubah Merah, Dugaan Pencemaran Darah Hewan Kurban Gegerkan Warga. /insagram/ @infojabar24

Bagikan :

VISI.NEWS | CIANJUR – Warga Cianjur dikejutkan dengan penampakan aliran anak Sungai Cianjur yang berubah warna menjadi merah pekat, mirip dengan darah, pada Senin (17/6/2024). Kejadian ini menjadi viral di media sosial setelah foto dan video aliran sungai tersebut tersebar luas.

Aliran air yang melintasi kawasan Gang Merpati 3, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur itu tidak hanya berubah warna, tetapi juga mengeluarkan busa di permukaannya. Penyebab perubahan warna ini diduga kuat akibat tercemarnya sungai oleh darah hewan kurban yang dibuang sembarangan saat perayaan Idul Adha.

Zamzam (21), salah seorang warga Gang Merpati, menyatakan bahwa warna air sungai mulai terlihat berbeda sejak Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB. “Awalnya saya kira ada yang buang cat, tapi setelah diperhatikan ternyata seperti darah,” ujar Zamzam kepada wartawan.

Pemerintah setempat langsung bertindak cepat dengan mengirim tim untuk menyelidiki sumber pencemaran dan melakukan pembersihan. “Kami akan mengambil sampel air untuk dianalisis lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Cianjur.

Warga setempat merasa khawatir dengan dampak pencemaran ini terhadap lingkungan dan kesehatan mereka. “Ini kan bisa berbahaya, apalagi kalau ada yang menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Rina (35), warga lainnya.

Sementara itu, para ulama dan pemuka agama mengimbau masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam membuang limbah hewan kurban. “Kita harus menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari ibadah kita,” tegas Ustadz Abdullah.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya pengelolaan limbah yang baik dan benar, terutama saat perayaan keagamaan yang melibatkan banyak umat.

Pencemaran sungai, seperti yang terjadi di Cianjur, dapat memiliki dampak kesehatan yang serius. Beberapa risiko kesehatan yang terkait dengan pencemaran air termasuk:

Baca Juga :  Pelukis Kibar Lunas Utang Rp 400 Juta Lewat Lukisan

Kerusakan oksidatif dan kerusakan membran pada tingkat seluler.

Aberrasi kromosomal dan induksi apoptosis (kematian sel yang terprogram).

Peningkatan risiko berbagai bentuk kanker yang terkait dengan polusi air.

Toksisitas langsung terhadap organisme melalui proses bioakumulasi, mengganggu siklus reproduksi dan pola perilaku populasi satwa liar.

Risiko infeksi dari penyakit yang disebabkan oleh patogen dalam air, yang dapat mempengaruhi ratusan juta orang di berbagai benua.

Lebih dari 80% limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dibuang ke sungai dan lautan tanpa perlakuan, menyebabkan polusi lingkungan dan lebih dari 50 penyakit.

Penting untuk segera mengatasi pencemaran ini untuk melindungi kesehatan masyarakat dan ekosistem sungai.

@rizalkoswara

Baca Berita Menarik Lainnya :