VISI.NEWS | JAKARTA – Pelukis senior Suhardiyono atau yang akrab disapa Kibar (76) akhirnya bisa bernapas lega setelah berhasil melunasi utang bank senilai Rp 400 juta melalui penjualan karya lukisnya. Pelunasan tersebut sekaligus membuat sertifikat tanah yang sebelumnya dijadikan agunan kembali ke tangannya.
Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @maestro_kibar, Kibar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanannya.
Ia mengaku momen tersebut menjadi titik penting dalam hidupnya setelah melalui proses panjang yang penuh tekanan finansial.
“Wah plong luar biasa senang, sangat senang banget. Luar biasa atas berkat doa dari kawan-kawan semuanya,” ujar Kibar dalam video tersebut dikutip, Kamis (30/4/2026).
Peristiwa itu terjadi pada 29 April 2026, ketika sertifikat tanah miliknya resmi dikembalikan setelah kewajiban utang dinyatakan lunas. Kibar juga menyampaikan apresiasi kepada para pembeli lukisannya yang telah membantu proses pelunasan tersebut.
“Terima kasih terbesar saya tentunya untuk saudara yang telah membeli lukisan saya,” ucapnya.
Menurut pendamping Kibar, Atsir Mahatma Adam, pelunasan utang tersebut dimungkinkan setelah tujuh lukisan karya Kibar berhasil terjual kepada tiga pembeli. Karya-karya tersebut menjadi sumber utama pembayaran utang yang sebelumnya membebani pelukis senior itu.
Beberapa lukisan yang terjual di antaranya berjudul “Gibran”, “Prabowo Hormat”, “Prabowo Expressionis”, “Titiek Soeharto”, “Bunda Theresa”, “8 Kuda Binal”, serta “Nanda & Cappucino”. Karya-karya tersebut menunjukkan ragam tema yang menjadi ciri khas ekspresi artistik Kibar.
Secara konteks, peristiwa ini memperlihatkan bagaimana karya seni masih memiliki nilai ekonomi yang nyata, terutama ketika mendapat dukungan pasar dan publik. Di sisi lain, kisah Kibar juga mencerminkan tantangan yang kerap dihadapi pelaku seni, yakni keterbatasan likuiditas meski memiliki aset kreatif bernilai tinggi.
Pelunasan utang melalui karya seni ini juga menjadi contoh bagaimana ekonomi kreatif dapat berperan sebagai solusi alternatif dalam kondisi finansial yang sulit. Namun demikian, proses tersebut juga menunjukkan bahwa keberhasilan seniman sangat bergantung pada akses pasar, jejaring, serta dukungan sosial.
Pendamping Kibar menambahkan bahwa rencana ke depan terkait tempat tinggal maupun aktivitas berkesenian sang pelukis masih akan dibicarakan lebih lanjut. Saat ini, fokus utama Kibar adalah pemulihan kondisi setelah beban utang yang cukup besar akhirnya terselesaikan.
Kisah ini pun mendapat perhatian publik di media sosial sebagai inspirasi tentang ketekunan, nilai karya seni, dan dukungan komunitas dalam membantu individu keluar dari tekanan ekonomi. @desi