Sungai Citanduy Meluap Permukiman Warga Terendam Banjir

Editor Warga berusaha mengamankan harta bendanya dari genangan air./visi.news/muslih jerry supriyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sungai Citanduy yang mengalir di Dusun Sukasari, Desa Sukanegara, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, airnya meluap hingga menggenangi permukiman warga, Kamis (14/1/21).

Bahkan permukiman yang berada di sepanjang bantaran sungai di Desa Kalipucang, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, pun turut menjadi korban genangan air Sungai Citanduy.

Luapan air terjadi saat warga terlelap tidur pkl. 02.00 WIB pagi hari. Saluran air mulai menggenangi pemukiman pkl 07.30 WIB. Ketinggiannya pun mencapai 100 cm atau mencapai setinggi kaki orang dewasa. Sedikitnya 25 unit rumah milik warga nyaris terendam.

Salah seorang warga Dusun Sukasari, Sahrimin Iskandar (42) mengatakan, luapan air tersebut mengakibatkan rumah milik warga di Dusun Sukasari RT/RW 35/09, Desa Sukanegara, terendam.

“Mereka terpaksa mengungsi ke dataran yang lebih tinggi berupa tanggul menggunakan perahu,” ungkapnya.

Di lain pihak, tim anggota Tagana Pangandaran langsung bergerak melakukan tindakan atas terjadinya luapan air Sungai Citanduy, terutama bagi warga yang terdampak bencana.

Ahmad Nasikin (43), salah seorang anggota Tagana Pangandaran menuturkan, luapan air sungai Citanduy terjadi pagi hari dan merendam sebagian permukiman.

“Kami langsung melakukan evakuasi korban terdampak bencana ke lokasi yang lebih aman,” tuturnya di lokasi, kepada VISI.NEWS.

Data yang berhasil dihimpun pihaknya, jelasnya lagi, luapan air terjadi pkl.03.00 WIB dan menggenangi sepanjang bantaran aliran Sungai Citanduy.

“Sementara wilayah yang terendam yaitu Dusun Sukasari Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang dan Desa Kalipucang serta Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang,” ungkapnya.

Pemantauan VISI.NEWS di lapangan, luapan air tersebut bukan hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga merendam puluhan hektare area persawahan, kolam, bahkan kebun. Tak terkecuali sarana peribadatan, gedung sekolah, dan balai desa, ikut terendam.

Baca Juga :  Fokus Penangangan Dampak Pandemi, Ganjar Minta Pemimpin Daerah Mulai Persiapkan Pembangunan 2022

Kondisi ini oleh para petani diprediksi akan menganggu pertanian mereka yakni mengalami gagal panen dan kerugian material. @mjr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Nakes Divaksinasi Dulu agar Bisa Merawat Rakyat yang Terpapar Covid-19

Jum Jan 15 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Hari pertama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Solo yang digelar Pemkot Solo di 33 fasilitas kesehatan (saskes), Kamis (14/1/2021), relatif berjalan lancar. Vaksinasi diawali oleh 11 orang tokoh masyarakat yang mewakili berbagai unsur, yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Solo yang sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Kota […]