Taj Yasin Ajak Menwa Mahadipa Jadi Garda Terdepan Hadapi Covid-19

Editor Taj Yasin Maimoen sedang melakukan Zoom Meeting bersama Menwa Jateng/visi,news/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengajak Relawan Covid-19 Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadipa Jawa Tengah, satukan tekad bersinergi untuk menjadi garda terdepan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Jadilah garda terdepan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Ajak seluruh masyarakat agar patuh terhadap 5M. Kampanyekan tertib dalam menjalankan protokol kesehatan secara inovatif dan kreatif,” ujar Taj Yasin saat memberi sambutan pada pelatihan Relawan Covid-19 Menwa Mahadipa Jawa Tengah via Zoom Meeting di Semarang, Selasa (27/4/2021).

Menurutnya, berbagai keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam upaya penanganan pandemi Covid-19, tidak boleh lantas membuat berpuas diri. Semua harus berkaca pada kasus terjadinya lonjakan penyebaran Covid-19 di India yang terjadi saat ini. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan tidak mampu lagi menampung jumlah pasien Covid-19. Kondisi ini bahkan mampu memecahkan rekor dunia dengan kasus harian tertinggi selama 4 hari berturut-turut.

Belajar dari kejadian itu, Taj Yasin meminta agar semua masyarakat tetap waspada pada penyebaran virus berbahaya ini.

“Atas dasar itulah, maka kita harus selalu mawas diri. Di bulan Ramadan ini, mari kita tingkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19. Buka bersama, saur on the road kalau bisa jangan dulu. Beribadahlah dengan menjunjung tinggi protokol kesehatan yang ada, tradisi mudik sebaiknya di tunda dulu, silaturahmi dan halal bihalal bisa dilakukan secara virtual.” ujarnya

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Taj Yasin menekankan bahwa protokol kesehatan harus dijalankan di seluruh aspek kehidupan. Baik di rumah, lingkungan sekitar rumah, tempat ibadah, kampus maupun tempat umum. Selalu melakukan tindakan preventif 3T (testing, tracing, treatment) dan vaksinasi. Selain itu juga harus selalu mematuhi 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas dan interaksi.

Baca Juga :  Gunakan Hak Pilih, Jangan Takut dengan Corona

“Ini perlu saya garis bawahi karena anak-anak muda seringkali teledor, nggampangke (menyepelekan). Merasa masih kuat, sehingga (mereka) masih tetep nongkrong-nongkrong, berkerumun tanpa jaga jarak, tidak pakai masker, malas cuci tangan. Mulai sekarang, perilaku-perilaku seperti ini harus diubah, tidak bisa ditawar, kalau ingin pandemi cepat selesai,” tandasnya.

Berdasarkan informasi dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jawa Tengah, pada pekan ini, seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah berada di zona oranye. Hal ini berarti, pada Ramadan 2021 tidak ada zona merah atau wilayah dengan risiko penularan tinggi di Jawa Tengah.

Meskipun kondisi membaik, Taj Yasin mengingatkan, potensi penyebaran tetap harus diwaspadai.

“Meskipun demikian, tren penambahan kasus terkonfirmasi harian di Jawa Tengah masih fluktuatif,” katanya. @maf

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemprov Jateng Bersama FKD-MPU Berkomitmen Tingkatkan Kerja Sama Penanggulangan Dampak Pandemi Covid-19

Ming Mei 30 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama 9 Pemerintah Provinsi lain yang tergabung dalam Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU), berkomitmen untuk mengoptimalkan kerjasama penanggulangan Covid-19 dan pemulihan aktivitas ekonomi, terutama pada sektor pariwisata. Komitmen itu dibahas dalam Rapat Kerja Gubernur (Rakergub) ke-21 dengan tema “Sinergitas Kerja […]