TAUSIAH: Buya Yahya, “Amalan di Bulan Muharram Harus Bersandar pada Hadis Sahih”

Editor :
KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya./instagram/via okozone.com/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Bulan Muharram adalah salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah sehingga akan sangat merugi bagi umat muslim untuk melewatkannya begitu saja. Sejatinya, bulan ini diisi dengan berbagai amal ibadah termasuk puasa.

Namun, perlu juga berhati-hati melakoni ibadah karena harus benar-benar bersandar pada hadis yang derajatnya sahih.

Pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya mengatakan, banyak penyampaian informasi yang keliru bahkan melenceng mengenai keutamaan-keutamaan yang dilontarkan mengenai bulan Muharram.

Sebagaimana yang sering kita dengar bahwa adanya pahala jika kita berpuasa di awal dan akhir tahun misalnya, yang sebenarnya itu tidak ada pada hadis yang sahih yang Rasulullah sampaikan.

“Ini jelas bohong riwayatnya seperti itu, orang jelas awal tahun akhir tahun itu ada di zamannya Sayyidina Umar bin Khattab. Bukan pada zaman Nabi. Kalau untuk amalan bulan Muharram cukup hadis sahih. ‘Seutama-utama puasa setelah Ramadan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama salat sesudah salat fardu, ialah salat malam’. Ini sudah cukup, tidak perlu pakai riwayat-riwayat palsu dan aneh,” kata dia, dikutip dari channel YouTube, Al-Bahjah TV, Kamis (20/8), seperti dilansir Okezone.com.

Diakuinya, memang banyak sekali riwayat hadis palsu sebagai celah untuk memecah belah umat. Sedangkan dalil yang benar hanyalah satu hadis sahih Rasulullah tersebut.

“Maka untuk yang lain jangan katakan bahwa itu dari Rasulullah, itu adalah dusta. Kita perlu berwaspada terhadap hal-hal seperti itu, riwayat-riwayat palsu mengenai amalan-amalan tanggal 1, 2, 3 Muharram,” tuturnya.

Di antara bulan Muharram tersebut ada tanggal yang istimewa yaitu ketika melakukan puasa Asyura, dan lebih baik lagi untuk melakukan puasa di tanggal 9-nya agar berbeda dengan puasanya orang Yahudi. Seperti sabda Nabi: “Jika aku hidup tahun depan akan aku tambahkan tanggal 9 agar tidak sama dengan Yahudi”.

Baca Juga :  BOLA OLIMPIADE: Hari Ini, Prancis, Argentina, Jerman, dan Spanyol Hadapi Laga Penting

“Khususnya para pembimbing, kalau mengimbau umat harus waspada jangan sampai kita asal nukil saja. Kita harus tanggung jawab di hadapan Allah,” pungkas dai kelahiran Blitar ini. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jaksa Agung Pantau Kebakaran Gedungnya hingga 7 Jam dari M Bloc

Sab Agu 22 , 2020
Silahkan bagikan– “Kita masih selidiki (penyebab kebakaran). Tapi, yang utamanya, bahwa berkas-berkas perkara tidak ada di sini (dalam gedung utama tersebut),” ujar Burhanuddin. VISI.NEWS – Jaksa Agung ST Burhanuddin berjam-jam memantau pemadaman kebakaran Gedung Kejaksaan Agung dari kawasan M Bloc yang berada tak jauh dari kompleks perkantoran Kejaksaan Agung (Kejagung), […]