VISI.NEWS | KAB. BANDUNG -Beberapa waktu lalu, Kabupaten Bandung diguncang gempa bumi berkekuatan M 5.0 yang meluluhlantakkan pemukiman di beberapa kecamatan, terutama di Kecamatan Pacet, Majalaya, Kertasari, dan Pangalengan. Dampak gempa ini sangat serius, dengan lebih dari 5.409 kepala keluarga terdampak, memicu keprihatinan di kalangan masyarakat dan berbagai pihak.
Sebagai respons terhadap bencana tersebut, PC Fatayat NU Kabupaten Bandung melalui gerakan sosialnya, Fatayat NU Peduli, segera mengambil langkah untuk membantu pemulihan korban. Hal ini menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung masyarakat yang terkena dampak.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bandung, Bunda Ayu, dengan cepat melakukan konsolidasi untuk menggerakkan kepedulian anggota terhadap korban gempa. Kembali dari perjalanan umroh, beliau langsung mengintruksikan anggotanya untuk menyisihkan sebagian harta mereka guna membantu warga yang terkena musibah.
Fokus utama donasi PC Fatayat NU adalah di daerah Cihawuk, salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Banyak warga di sana yang tidak dapat menempati rumahnya, sehingga terpaksa tinggal di penampungan pengungsi yang didirikan dengan tenda-tenda sederhana.
Keadaan di Cihawuk sangat memprihatinkan, karena masih menyisakan trauma baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Selain itu, tantangan lain yang dihadapi adalah kurangnya ketersediaan air bersih, fasilitas MCK, dan tempat penampungan yang memadai. Ketinggian daerah tersebut juga membuat kondisi semakin sulit, dengan suhu dingin yang mengharuskan pengungsi memerlukan selimut dan kain tebal untuk mengatasi hawa dingin malam hari.
PC Fatayat NU Kabupaten Bandung yang diwakili oleh enam pengurus, termasuk sekretaris dan bendahara, melakukan serangkaian kegiatan. Mereka tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga mengadakan program trauma healing untuk anak-anak terdampak. Kegiatan ini dipandu oleh sekretaris, Susanti, dan bendahara, Yanti Rosmayanti.
Program trauma healing bertujuan untuk membantu anak-anak mengatasi trauma akibat bencana. Dengan cara yang menyenangkan, mereka mengajak anak-anak bermain dan mendengarkan cerita dongeng, serta memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan saat gempa.
Diharapkan setelah mengikuti trauma healing, anak-anak dapat kembali bangkit dan mengatasi rasa takut, sehingga bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih optimis. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur, tetapi juga membantu mereka membangun kembali rasa percaya diri.
Selain itu, dukungan juga datang dari ketua PAC di beberapa wilayah, serta alumni Latihan Kader Lanjutan Fatayat NU Provinsi Jawa Barat yang turut memberikan donasi. Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bandung, Hj. Yayu Juariah, S.Pd.I, menjelaskan bahwa pengumpulan donasi dilakukan secara bertahap, menunjukkan solidaritas warga Fatayat NU terhadap saudara-saudara mereka yang terdampak gempa.
@uli