VISI.NEWS | SUKABUMI – Teror hewan buas membuat resah pemilik ternak di Desa Cikarae Thoyyibah, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hewan buas itu telah menyerang sejumlah domba di perkampungan yang berbatasan dengan hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Tak hanya diserang, beberapa ekor domba hilang.
Ketua RW setempat Nanang mengatakan peristiwa menggegerkan itu terjadi di Kampung Leuweung Datar pada Sabtu (3/8/2024) dini hari. Di dalam kandang milik warga bernama Tarib itu terdapat 10 ekor domba. Pada Sabtu pagi, 8 ekor domba sudah tergeletak dengan luka terkaman di bagian leher lalu 2 ekor anak domba hilang.
Selang satu hari yaitu pada Senin (5/8/2024) kejadian serupa kembali terjadi di Kampung Cibogo. Pada Senin pagi, 2 ekor domba ditemukan dalam keadaan terluka di leher dan 1 ekor lagi hilang.
“Yang jadi korban 3 ekor. Yang 1 ekor dibawa, yang 2 ekor masih selamat tapi luka di leher. Jarak kandang dengan rumah [pemilik domba] hanya 5 meter,” ujar Nanang kepada visi.news.
Lebih lanjut, Nanang menuturkan selain di Kampung Leuweung Datar dan Kampung Cibogo, sebulan yang lalu 2 ekor domba milik warga di Kampung Kiwul juga diserang hewan buas.
“Kalau Leuweung Datar dan Cibogo berbatasan di area TNGHS. Kalau Kampung Kiwul itu dengan area Perhutani,” kata Nanang.
Warga menduga hewan buas yang menyerang ternak warga adalah macan tutul.
Kepala Desa (kades) Cikarae Thoyyibah Saepul Rahmat mengatakan pada leher domba terdapat luka seperti diterkam lalu ditemukan jejak hewan di dekat kandang di Kampung Leuweung Datar. Hal ini yang menguatkan dugaan kalau ternak itu diserang hewan buas diduga macan tutul.
“Dari lokasi ini ada bukti, satu bekas gigitan kedua ada jejak kaki macan tutul di tanah,” pungkasnya.
@andri