Tiga Pejabat Disdik Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Buku

Ilustrasi./net
Jangan Lupa Bagikan
  • Buku-buku itu diduga tidak ada dibeli dan belum disalurkan ke 76 sekolah SD dan 10 SMP di Tebing Tinggi. Sementara dana sudah alokasi umum (DAU) sudah dicairkan namun tidak dibayarkan langsung kepada penerbit.

VISI.NEWS – Tiga orang tersangka korupsi pengadaan buku panduan pendidik SD (sekolah dasar) dan SMP (sekolah menengah pertama) pada Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebing Tinggi, Sumut. Ketiganya merupakan pejabat di instansi itu.

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sumut Dwi Setyo Budi Utomo memaparkan, tiga tersangka yang ditetapkan masing-masing PS, MP, dan EE. PS merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi, MP menjabat Kasi Kurikulum selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), sedangkan EE merupakan Kabid Disdak yang juga Manager Dana BOS.

Dwi Setyo mengatakan, kegiatan pengadaan buku panduan pendidik SD (sekolah dasar) dan SMP (sekolah menengah pertama) pada Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi Tahun Anggaran (TA) 2020 menggunakan anggaran dana alokasi umum (DAU) Rp2,4 miliar. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti dugaan perbuatan melawan hukum (PMH) sehingga dapat menimbulkan kerugian keuangan negara.

Buku-buku itu diduga tidak ada dibeli dan belum disalurkan ke 76 sekolah SD dan 10 SMP di Tebing Tinggi. Sementara dana sudah alokasi umum (DAU) sudah dicairkan namun tidak dibayarkan langsung kepada penerbit.

“Pembayaran kepada PT TS dan PT A juga diduga memakai dana Bos yang diminta kepala sekolah SD dan SMP,” kata Dwi, Selasa (15/9/2020), seperti dilansir dari merdeka.com.

Mantan Kajari Medan ini memaparkan sejumlah saksi sudah dimintai keterangan terkait kasus ini, termasuk para kepala sekolah. Dalam kasus ini, PS, MP, dan EE dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 56 ayat (1) KUHPidana.@mpa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kampung Quran di Belantara Sawit

Sel Sep 15 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Luasnya 100 hektare. Sebanyak 20 hektarenya diisi 500 rumah yang dihuni 500 keluarga. Sisanya, 80 hektare adalah lahan perkebunan, pertanian, dan peternakan. Apa istimewanya ? Semua penghuninya penghapal Alquran. Semuanya petani dan peternak. Mereka makan dari hasil pertanian dan peternakan itu. Tapi, kerja utama mereka bukan […]