VISI.NEWS | JAKARTA – Pergerakan market aset kripto di tengah pekan ini, terlihat sumringah ada sedikit reli menimbulkan kenaikkan harga. Sejak awal pekan, market terus berjuang untuk tidak anjlok lebih dalam di tengah penguatan sinyal resesi.
Melansir situs CoinMarketCap pada Kamis (7/7/2022), 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap sukses melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) melambung 1,08% ke $ 20.505 per keping dalam sehari terakhir.
Sementara, nasib altcoin lain seperti Ethereum (ETH) lebih baik, naik 3,28% ke $ 1.184 di waktu yang sama. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) juga mengalami peningkatan masing-masing 3,28%, 1,69% dan 1%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pergerakan market kripto yang mengalami kenaikan singkat ini disebabkan karena investor yang mulai bersemangat, setelah melihat dinamika yang terjadi di indeks pasar saham AS. Investor melacak pasar ekuitas utama seperti, Nasdaq, S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average semuanya naik, meskipun sedikit.
“Investor kripto ternyata sedikit bergairah melihat market saham AS yang juga mengalami kenaikan. Hal ini wajar saja, mereka selalu berkaca pada stock market AS, untuk melihat ketertarikan market secara keseluruhan terhadap aset berisiko secara umum,” kata Afid.
Gerak Kripto dan Pasar Saham Makin Sejajar
Laporan terbaru Coin Metrics menunjukkan, korelasi antara aset kripto dan indeks saham AS telah mencapai level terkuatnya di kuartal II 2022 sejak Maret 2020. Bisa dibilang Bitcoin dan ekuitas AS bergerak hampir sejajar.
Meski demikian, reli singkat ini kemungkinan diprediksi hanya sementara. Menurut Afid, sentimen utama market kripto belum kondusif. Investor masih mencermati dinamika makroekonomi dan efektivitas pengetatan kebijakan moneter The Fed terhadap tingkat inflasi AS. Kemudian, kegagalan platform kripto, Three Arrows Capital (3AC) dan Voyager.
“Kondisi market kripto saat ini yang belum kondisi. Masih ada banyak pukulan yang bisa menghantam lebih jauh, mulai dari ketidakpastian makroekonomi, agresivitas The Fed hingga kegagalan sistem ekosistem kripto itu sendiri. Investor menyakini tidak melihat harga naik dalam waktu dekat, kecuali perubahan tak terduga terjadi,” jelasnya.
Afid melihat investor sangat menanti data inflasi AS yang sedianya bakal dirilis pekan depan. Data tersebut mungkin menunjukkan kebijakan moneter The Fed efektif atau tidak. Jika inflasi turun dan indikator ekonomi lainnya juga melanjutkan penurunan, investor mungkin merasa lebih yakin masuk ke market kripto.
Khusus untuk pergerakan Bitcoin sendiri, Afid melihat saat ini masih cenderung konsolidasi dan ada potensi penurunan harga di kisaran US$ 18.000-US$ 20.000. Bitcoin telah ‘beristirahat’ di atas US$20.000 untuk hari ketiga berturut-turut.
Adapun altcoin yang meningkat pesat adalah Storj (STORJ) yang nilainya melonjak 16,52% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, ada THORChain (RUNE) dan Sandbox (SAND) yang masing-masing tumbuh 8,14% dan 7,62%.
Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Juli ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.@nia