VISI.NEWS | SEMARANG – Terminal Petikemas Semarang menyalurkan hibah ban bekas kepada masyarakat Kelurahan Terboyo Wetan serta kepada Komando Daerah Militer IV/Diponegoro, khususnya Batalyon Infanteri 400/BR. Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Hibah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan limbah padat non-B3 yang berorientasi pada prinsip keberlanjutan. Ban bekas yang disalurkan dimanfaatkan secara produktif oleh masing-masing penerima.
Masyarakat Terboyo Wetan menggunakan ban bekas sebagai material penguat bantaran sungai untuk mengurangi risiko abrasi dan banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Sementara itu, Batalyon Infanteri 400/BR memanfaatkannya sebagai sarana pendukung fasilitas latihan di lapangan tembak.
Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan bahwa program tersebut merupakan implementasi prinsip ekonomi sirkular dalam operasional perusahaan.
“Melalui program TJSL ini, kami berupaya memastikan bahwa pengelolaan limbah tidak berhenti pada tahap pembuangan, namun dapat dimanfaatkan kembali secara produktif. Kami berharap hibah ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendukung kebutuhan masyarakat dan para pemangku kepentingan,” ujar Nyoman dalam keterangganya yang diterima VISI.NEWS, Selasa (5/5/2026).
Perwakilan warga Terboyo Wetan, Maskuri, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Ia menilai hibah tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan, khususnya mitigasi banjir.
“Kami sangat terbantu dengan adanya hibah ini. Ban-ban bekas tersebut akan kami manfaatkan sebagai penguat bantaran sungai, terutama di titik-titik rawan longsor dan abrasi, sehingga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan perwakilan Kodam IV/Diponegoro, Sertu Ridwan. Ia menyebut bantuan tersebut bermanfaat dalam mendukung fasilitas latihan prajurit.
“Bantuan ini sangat bermanfaat dalam menunjang fasilitas latihan di lapangan tembak, khususnya dalam meningkatkan aspek keamanan, ketahanan, dan variasi skenario latihan yang kami jalankan. Kami mengapresiasi sinergi yang terjalin antara TPK Semarang dan Kodam IV/Diponegoro, karena kolaborasi ini tidak hanya mendukung kebutuhan operasional kami, tetapi juga mencerminkan kepedulian bersama terhadap pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui program ini, TPK Semarang terus memperkuat perannya sebagai entitas bisnis yang tidak hanya berfokus pada kinerja operasional, tetapi juga konsisten menjalankan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan pembangunan sosial. Ke depan, perusahaan akan terus mendorong inisiatif TJSL yang lebih adaptif dan kolaboratif, dengan menitikberatkan pada penciptaan nilai bersama serta dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. @IndraS