VISI.NEWS | MAMUJU – Suasana tenang di sekitar Pondok Pesantren Darul Quran Wal Hadits, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, mendadak berubah setelah warga menemukan jasad bayi di area perkebunan belakang pagar pesantren, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Dari penelusuran polisi, kasus tersebut mengarah pada seorang santriwati berinisial HS (18) dan kekasihnya, TD (21), yang kini telah diamankan.
Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Agustinus Pigay, membenarkan penangkapan keduanya.
“Kami mengamankan dua orang yang diduga sebagai orang tua dari bayi tersebut. Keduanya masing-masing berinisial HS (18), seorang santriwati, dan TD (21), yang merupakan pacar dari HS,” ujar Agustinus, Jumat (20/2/2026).
Kasus ini terungkap setelah warga melaporkan penemuan mayat bayi di Kelurahan Bebangan, Kecamatan Kalukku. Lokasi penemuan berada di samping pagar belakang pondok pesantren, memicu perhatian masyarakat sekitar. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga mengidentifikasi HS dan TD sebagai pihak yang diduga terkait.
Dari pemeriksaan awal, polisi memperoleh pengakuan bahwa HS dan TD pernah melakukan hubungan layaknya suami istri.
“Dari hasil pemeriksaan awal, HS mengaku telah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan TD sebanyak dua kali di dapur rumahnya yang berlokasi di Tobadak. Hubungan tersebut terjadi sekitar bulan Mei 2025 dan diduga menyebabkan HS hamil,” jelas Agustinus.
Lebih lanjut, HS disebut melahirkan tanpa bantuan tenaga medis. Kondisinya kini masih dalam perawatan.
“Sehingga kondisi HS saat ini masih dalam keadaan lemah dan masih dalam perawatan medis di RS Bhayangkara,” ungkapnya.
Penyidik masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian tersebut.
“Sementara ini penyidik masih mendalami motif dan kronologi lengkap peristiwa tersebut,” pungkas Agustinus.
Peristiwa ini menyisakan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan, edukasi, dan pendampingan terhadap remaja, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan. @kanaya