VISI.NEWS|BANDUNG Nama Cristiano Ronaldo selalu identik dengan gol, rekor, dan mental juara. Namun di balik statusnya sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang masa, perjalanan karier CR7 juga diwarnai sejumlah momen kontroversial ketika ia memilih untuk tidak bermain. Bagi Ronaldo, keputusan itu bukan sekadar sikap emosional, melainkan pesan keras tentang ambisi dan harga diri.
Di usia 40 tahun, Ronaldo masih menjadi pusat perhatian bersama Al-Nassr di Liga Pro Saudi. Namun absennya ia dalam laga melawan Al-Riyadh, meski berada dalam kondisi fit, memunculkan kembali ingatan publik pada pola lama: ketika Ronaldo merasa proyek tim tidak sejalan dengan target pribadinya.
Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa ketidakhadiran Ronaldo bukan disebabkan cedera. Sejumlah laporan menyebut kekecewaan terhadap manajemen klub dan Saudi Public Investment Fund menjadi latar belakangnya. Ronaldo merasa Al-Nassr tidak mendapat dukungan transfer setara dengan rival utama, terutama Al-Hilal.
Meski Al-Nassr tetap menang lewat gol Sadio Mane, absennya Ronaldo dibaca sebagai bentuk protes terbuka. Ia masih mengejar gelar liga pertamanya di Arab Saudi, dan kegagalan bursa transfer Januari membuat ambisi itu terasa kian menjauh.
Ketegangan serupa pernah terjadi saat Ronaldo membela Manchester United. Dalam laga Premier League melawan Tottenham Hotspur, ia menolak masuk sebagai pemain pengganti di menit akhir dan memilih meninggalkan stadion lebih cepat. Insiden itu menjadi titik retak hubungannya dengan Erik ten Hag.
“Saya jujur, ini sesuatu yang saya sesali, meninggalkan stadion,” ujar Ronaldo.
“Saya merasa diprovokasi oleh pelatih. Tidak pantas seorang pelatih memasukkan saya hanya untuk tiga menit. Maaf, saya bukan tipe pemain seperti itu. Saya tahu apa yang bisa saya berikan untuk tim,” lanjutnya.
Tak lama setelah insiden tersebut, Ronaldo hanya tampil dua kali lagi di liga sebelum akhirnya berpisah dengan Manchester United pada November 2022 melalui kesepakatan bersama.
Sebelum itu, Juventus juga pernah merasakan dampak keputusan Ronaldo. Pada awal musim 2021/22, ia meminta tidak dimainkan dalam laga kandang kontra Empoli. Juventus kalah 0-1, dan beberapa hari kemudian Ronaldo hengkang ke Manchester United.
“Cristiano memberi tahu saya bahwa ia tidak memiliki niat untuk bermain lagi untuk Juventus,” kata Massimiliano Allegri.
“Ia harus diapresiasi atas apa yang telah ia lakukan, tapi kami harus melanjutkan,” tambah Allegri.
Di balik semua kontroversi tersebut, kontribusi Ronaldo untuk klub-klubnya tak terbantahkan. Bersama Juventus, ia mencetak 101 gol dalam 134 pertandingan dan meraih lima trofi domestik. Namun, rangkaian momen mogok bermain itu memperlihatkan sisi lain dari sang megabintang: tragedi antara ambisi personal, ekspektasi klub, dan batas kompromi seorang juara.@fajar












