Search
Close this search box.

Tren Pendorong Digitalisasi E-commerce UKM di Indonesia

General Manager of Genie Indonesi Evelyin Wu. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS – Pandemi Covid-19 di Indonesia telah mempercepat transformasi digital di kalangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia. Dalam laporan tahun 2020, United National Development Program (UNDP) dan Universitas Indonesia (UI) memperkirakan bahwa UKM menyumbang hampir 60% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) negara.

Survei terhadap 1.180 UKM di 15 provinsi di Indonesia menemukan bahwa 44% telah bergabung dengan platform pasar online (marketplace) atau e-commerce selama Covid19. Pemerintah Indonesia juga memberikan bantuan keuangan kepada lebih dari 9,1 juta UKM di tengah dorongan digitalisasi yang lebih luas untuk merevitalisasi ekonomi Indonesia.

Melihat data tersebut, Evelyin Wu, General Manager Genie Indonesia, dalam keterangan tertulis yang diterima VISI.NEWS, Selasa (23/3/2021) menjelaskan bahwa hampir 8 dari 10 pengguna internet di Indonesia, atau 150 juta orang, memiliki aplikasi e-commerce di ponsel mereka dan membeli secara online.

Sedangkan provinsi dengan pembeli online terbanyak adalah Depok, Jakarta Selatan, Sleman, Padang, Yogyakarta
92 juta pengguna ini adalah Gen Z atau milenial dimana 75% dari mereka rutin berbelanja online,” jelasnya.

Kata Evelyn Wum inilah yang mereka hargai:

  • Kepercayaan, kredibilitas dan kualitas produk.
  • Layanan pelanggan yang profesional dan responsif.
  • Keterlibatan / percakapan pelanggan melalui platform media sosial, dengan preferensi untuk konten dan video interaktif.

Produk paling dicari pada tahun 2020 (v 2019) adalah:

  1. Bahan makanan rumah tangga (meningkat 3 kali per tahun)
  2. Produk kesehatan seperti masker, pembersih (meningkat 3 kali per tahun)
  3. Makanan hewan dan produk perawatan hewan peliharaan (meningkat 3 kali lipat)
  4. Buku (meningkat hingga 2.5 kali)
  5. Perkakas pertukangan rumah tangga (Peningkatan 2.5 kali)

@mp alam

Baca Berita Menarik Lainnya :