Search
Close this search box.

Trump Kembali Tunda Pemblokiran TikTok, Perpanjangan Berlaku 90 Hari

Ilustrasi tiktok./visi.news/depositphotos.

Bagikan :

VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunda pemblokiran platform media sosial TikTok yang berasal dari China. Penundaan ini memberikan waktu tambahan selama 90 hari bagi perusahaan induk TikTok, ByteDance, untuk menyelesaikan kesepakatan dengan pembeli dari AS.

TikTok sebelumnya terancam diblokir secara nasional per 19 Juni, jika ByteDance tidak melepas asetnya kepada perusahaan dalam negeri. Namun, rencana pemblokiran kembali ditangguhkan oleh Trump, yang menurut Gedung Putih, tidak menginginkan TikTok benar-benar dihentikan.

“Presiden Trump akan menandatangani Perintah Eksekutif tambahan minggu ini untuk menjaga TikTok tetap beroperasi,” kata Karoline Leavitt, juru bicara Gedung Putih, dikutip dari CNN, Selasa (17/6/2025).

“Seperti yang telah ia katakan berulang kali, Presiden Trump tidak ingin TikTok dihentikan. Perpanjangan ini akan berlaku selama 90 hari, yang akan digunakan oleh pemerintahan untuk memastikan kesepakatan ini ditutup sehingga masyarakat Amerika dapat terus menggunakan TikTok dengan jaminan bahwa data mereka aman dan terlindungi,” tambahnya.

Leavitt menambahkan bahwa penundaan ini bertujuan untuk memastikan data pengguna Amerika tetap aman. Ini merupakan penundaan ketiga sejak undang-undang yang mewajibkan ByteDance menjual TikTok disahkan pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden.

Ketegangan antara AS dan China menjadi latar belakang pelik dari persoalan ini. TikTok dianggap sebagai bagian dari alat negosiasi dalam perang dagang kedua negara. Pemerintah China sejauh ini enggan menyetujui penjualan TikTok, terutama jika mencakup algoritma aplikasi yang disebut sebagai ‘rahasia sukses platform tersebut.

Kesepakatan yang sempat hampir rampung pada April lalu kembali tertunda setelah Trump mengumumkan tarif tambahan terhadap produk-produk dari China. Ini memaksa pemerintah AS memperpanjang tenggat waktu hingga 75 hari, dan kini kembali diperpanjang 90 hari lagi.

Baca Juga :  Kembali Terima KWP Award, Ketua DPD RI Sultan: Wartawan Sahabat Seperjuangan

Trump dalam pernyataannya kepada media mengatakan optimistis kesepakatan akan tercapai dan berharap Presiden China Xi Jinping akan memberikan lampu hijau.

Sementara itu, belum ada tanggapan resmi dari TikTok maupun ByteDance atas pengumuman terbaru ini.

Penundaan ini juga bertepatan dengan kesepakatan kerja sama baru antara AS dan China mengenai pelonggaran kontrol ekspor, yang bertujuan meredakan ketegangan bilateral. Meski belum jelas apakah TikTok termasuk dalam skema tersebut, langkah itu dinilai membuka peluang baru dalam negosiasi lintas negara yang kompleks ini. @ffr

 

Baca Berita Menarik Lainnya :