VISI.NEWS | BANDUNG – Legenda Inter Milan dan timnas Brasil, Adriano, meluapkan kemarahan setelah ibunya menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan dirinya. Mantan penyerang berusia 43 tahun itu mengeluarkan ultimatum keras kepada pelaku, menuntut pengembalian uang dalam waktu 24 jam atau siap menghadapi konsekuensi yang disebutnya “mengerikan”.
Melalui sebuah video yang diunggah di media sosial, Adriano berbicara dengan nada tegas dan penuh amarah. Ia menyebut pelaku sebagai penjahat yang telah melampaui batas dengan menyasar keluarganya, khususnya sang ibu. Video tersebut dengan cepat menyebar dan memantik perhatian publik.
Dalam pernyataannya, Adriano mengungkapkan bahwa pelaku menyamar sebagai dirinya dan menghubungi ibunya dengan dalih telah mengganti nomor telepon. Modus tersebut digunakan untuk meyakinkan sang ibu agar mentransfer uang ke rekening pelaku.
“Ibu saya baru saja menyetorkan lebih dari 15.000 real Brasil ke rekening seseorang yang berpura-pura menjadi saya,” ujar Adriano. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 3.000 dolar AS. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengganti nomor telepon, sehingga jelas itu adalah penipuan.
Kemarahan Adriano memuncak karena penipu tersebut memanfaatkan kepercayaan dan naluri seorang ibu. Ia menilai tindakan itu sebagai pengkhianatan paling keji. “Kamu bajingan, sebaiknya kamu mengembalikannya, karena aku akan memburumu seperti setan,” ucapnya dalam video tersebut.
Ancaman Adriano bahkan meningkat dengan nuansa religius. Ia menyatakan bahwa jika uang tersebut tidak dikembalikan, pelaku akan “melihat iblis sendiri turun ke bumi”. Pernyataan itu disertai tenggat waktu tegas selama 24 jam.
Kasus ini diduga merupakan bagian dari modus penipuan yang dikenal luas sebagai penipuan “nomor berubah” atau “anak palsu”. Pelaku biasanya menargetkan orang tua dengan berpura-pura menjadi anak mereka, lalu meminta transfer dana dengan alasan darurat.
Adriano menegaskan bahwa ada batas yang tidak boleh dilanggar siapa pun. “Anda tidak main-main dengan ibu, nenek, dan keluarga,” katanya. Ia menyebut penyerangan terhadap keluarganya sebagai tindakan yang tidak akan pernah ia toleransi.
Hingga kini belum ada keterangan resmi apakah uang tersebut telah dikembalikan atau apakah pihak kepolisian telah dilibatkan. Namun, peringatan keras dari Adriano menjadi sorotan luas dan kembali mengingatkan publik akan bahaya penipuan digital yang kian marak.
Legenda Brasil yang dikenal dengan kekuatan fisik dan temperamen meledak-ledak di lapangan itu kini menunjukkan sisi protektifnya sebagai anak. Ultimatum “iblis” Adriano menjadi pesan keras bagi para penipu: keluarga adalah garis merah yang tak boleh disentuh.
@uli












