Search
Close this search box.

Update! Korban Meninggal 1.006

Data BNPB. /visi.news/screenshot

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data dampak bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga Minggu (14/12/2025). Data ini menggambarkan skala kerusakan dan korban yang ditimbulkan, serta menjadi dasar bagi upaya penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.

Berdasarkan rekapitulasi terbaru, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera mencapai 1.006 jiwa, sementara 217 orang dinyatakan hilang. Selain itu, tercatat sekitar 5.400 orang mengalami luka-luka akibat bencana yang melanda sejumlah daerah. Kabupaten Agam menjadi wilayah yang paling terpukul dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 184 jiwa. Disusul Tapanuli Tengah dengan 159 korban meninggal, serta Aceh Tamiang yang juga mencatat jumlah kematian signifikan, menegaskan besarnya dampak bencana di Sumatera.

Bencana tersebut berdampak luas secara geografis, dengan 52 kabupaten/kota dilaporkan terdampak. Sebaran wilayah terdampak mencakup berbagai provinsi, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, yang memperumit proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Dari sisi kerusakan hunian, tercatat sekitar 158.000 rumah mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Banyak warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman akibat rumah mereka tidak lagi layak huni.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum, dengan total mencapai sekitar 1.200 unit. Fasilitas yang terdampak meliputi sarana vital yang menunjang aktivitas dan pelayanan masyarakat sehari-hari.

Data menunjukkan 434 rumah ibadah rusak, sehingga aktivitas keagamaan di sejumlah wilayah harus dialihkan sementara. Selain itu, 219 fasilitas kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan, yang berdampak pada layanan medis bagi korban bencana.

Sektor pemerintahan dan pendidikan juga terdampak signifikan. Sebanyak 290 gedung atau kantor pemerintahan mengalami kerusakan, sementara 581 fasilitas pendidikan, termasuk sekolah dan lembaga pembelajaran lainnya, dilaporkan tidak dapat beroperasi secara normal.

Baca Juga :  Seorang Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Jalan Wonokusumo Surabaya

Kerusakan infrastruktur turut memperparah situasi, dengan 145 jembatan dilaporkan rusak. Kondisi ini menghambat akses transportasi dan distribusi logistik ke wilayah-wilayah terdampak bencana.

Hingga saat ini, jumlah pengungsi masih terus didata dan diperbarui berdasarkan kabupaten dan kota terdampak. Pemerintah bersama berbagai pihak terkait terus mengintensifkan upaya evakuasi, penyaluran bantuan, serta pemulihan infrastruktur demi mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :