Oleh : Mustofa, S.H
Komisi X DPR RI menyelenggarakan rapat kerja (Raker) bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Gedung Nusantara, DPR RI, Jakarta, Rabu (5/6). Dalam Raker tersebut, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan capaian kinerja program prioritas Kemendikbudristek Tahun 2023.
Pencapaian hasil Pembangunan Pendidikan sangatlah bagus dalam memberikan kontribusi pembelajaran di semua tingkatan Pendidikan terutama dalam program pengembangan Kurikulum Merdeka.
Dalam hal digitalisasi pendidikan, terdapat 79.259 sekolah formal telah menerima bantuan TIK tahun 2020-2023 (Belanja Kemendikbudristek dan DAK Fisik), 1.382.512 perangkat TIK telah diberikan untuk mendukung program digitalisasi sekolah (dikdasmen), serta ada empat Platform Digital: Platform Merdeka Mengajar, Platform Kampus Merdeka, Platform Sumber Daya Sekolah, Platform Profil Rapor Pendidikan dan Manajemen Data serta Infrastruktur.(Kemdikbudristek)
Pembangunan Pendidikan tidak lepas dari berbagai aspek Yuridis,Filosofis ,Sosiologis.
Ketiga aspek baik itu Yuridis,Filosofis maupun sosiologis sebagai acuan dalam capaian kinerja bidang Pembangunan Pendidikan.
Pembangunan Pendidikan dalam aspek Yuridis
Teori hukum pembangunan adalah teori yang memandang hukum sebagai sarana untuk memperbarui masyarakat. Teori ini diprakarsai oleh Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M. yang mengadaptasi teori Roscoe Pound “Law as a tool of social engineering” dari Amerika Serikat. Teori ini disesuaikan dengan kondisi Indonesia dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam komunitas sosial.
Landasan yuridis pendidikan di Indonesia adalah kerangka hukum yang mengatur norma dan aturan dalam sistem pendidikan nasional. Landasan yuridis pendidikan di Indonesia didasarkan pada:
Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945)
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Perubahan PP Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)
Pembangunan Pendidikan dalam aspek Filosofis
Pembangunan perspektif filosofi pendidikan penting karena:
Memberikan arah dalam mendidik dan mengajar
Memberikan landasan untuk merumuskan visi, misi, dan nilai-nilai pendidikan
Membantu mengembangkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat
Membantu mengetahui apa, mengapa, dan bagaimana melakukan Pelajaran.(Wikipedia)
Pembangunan Pendidikan Dalam aspek Sosiologis
Perspektif sosiologi menyoroti cara-cara di mana identitas sosial seperti ras, etnis, status sosial ekonomi, gender, dan seksualitas bersinggungan untuk membentuk pengalaman dan peluang siswa dalam pendidikan (Ladson-Billings & Tate, 1995).
Keberlanjutan Pembangunan dalam Pendidikan
Keberlanjutan dalam bidang pendidikan dapat diartikan sebagai pendidikan yang mendorong perubahan pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai, dan sikap untuk membentuk masa depan yang berkelanjutan. Pendidikan berkelanjutan juga dapat diartikan sebagai jalur untuk mengembangkan keterampilan, mengeksplorasi kemajuan teknis, dan mengikuti peraturan industry serta perkembangan zaman. M
Dengan mengintegrasikan praktik pendidikan berkelanjutan, sekolah dapat menjadi agen perubahan yang signifikan dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan, berikut beberapa step dalam mewujudkan Pendidikan yang lebih baik.
1. Integrasi Kurikulum Berkelanjutan
- Mengintegrasikan Prinsip-Prinsip Keberlanjutan ke Dalam Kurikulum
Mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam kurikulum sekolah adalah langkah awal yang esensial. Ini melibatkan revisi dan penyesuaian mata pelajaran yang ada untuk memasukkan konsep-konsep seperti ekologi, perubahan iklim, dan penggunaan sumber daya alam yang bijak. Sebagai contoh, pelajaran sains dapat mencakup studi tentang ekosistem dan dampak manusia terhadap lingkungan, sedangkan pelajaran geografi dapat membahas isu-isu seperti deforestasi dan urbanisasi.
- Mengajaran Interdisipliner
Pengajaran interdisipliner merupakan pendekatan efektif untuk mengajarkan keberlanjutan. Ini melibatkan penggunaan berbagai disiplin ilmu untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang masalah lingkungan. Misalnya, proyek sains yang menggabungkan matematika (menghitung emisi karbon), ilmu sosial (memahami dampak sosial dari perubahan iklim), dan seni (menciptakan kampanye kesadaran lingkungan) dapat membuat siswa lebih memahami dan terlibat dalam topik keberlanjutan.
- Program Pendidikan Karakter
Mengembangkan karakter siswa adalah aspek penting dari pendidikan berkelanjutan. Program pendidikan karakter yang fokus pada nilai-nilai seperti tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat membantu membentuk generasi yang lebih sadar lingkungan. Melalui kegiatan seperti debat, diskusi kelompok, dan proyek layanan masyarakat, siswa dapat belajar bagaimana mengambil keputusan yang mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial.
(Masa Depan berkelanjutan di sekolah untuk mewujudkan tujuan SDGS Ke 4,hunafa indrawani,Beranda Inspirasi)
Capaian dalam Pembangunan Pendidikan
Dalam melihat pencapaian kinerja pendidikan dan kebudayaan, kata Mendikbud, data menjadi salah satu indikator untuk melihat hasil capaian program yang telah dijalankan. Hasil capaian peningkatan partisipasi pendidikan dalam pendidikan, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah pada tahun 2015 cenderung meningkat menjadi 79,02 persen, dari pada tahun sebelumnya 75,53 persen. Begitu juga dengan sekolah menengah pertama pada tahun ini mencapai 100,72 persen, dan sekolah dasar 108,00 persen.(Kemdikbudristek)
Pemerintah dalam hal ini Kemdikbudristek telah berupaya guna memberikan manfaat kepada warga Indonesia untuk keterkaitan Pembangunan Pendidikan .
Pembangunan berkelanjutan adalah upaya pembangunan yang terencana dan sadar untuk memadukan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan lingkungan yang akan diwariskan ke generasi selanjutnya.
Capaian sebuah Pembangunan Pendidikan untuk mempersiapkan generasi Emas 2045.
Generasi Emas 2045 adalah gagasan untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi. Gagasan ini merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 25 tahun yang disusun oleh pemerintah.
Apa yang dilakukan pemerintah dalam Pembangunan Pendidikan semata-mata untuk kepentingan warga negara memberikan jaminan Pembangunan Pendidikan sebagaimana yang termaktub dalam Alinea IV UUD 1945 yang berbunyi :
Pemerintah Negara Republik Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia,memajukan kesejahteraan umum,dan mencerdaskan kehidupan bangsa.