Search
Close this search box.

Warga +62 Wajib Tahu: Gaya Hidup Digital Harus Diimbangi Tiga Pola Pikir Ini

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan./visi.news/Pemkot Bandung.

Bagikan :

VISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, mengajak seluruh pengguna internet mengikuti perkembangan teknologi dengan pola pikir yang sehat dan membangun.

Hal ini disampaikan saat membuka Grand Final The Champion Race 2025 yang diselenggarakan oleh Ganesha Operation di Corner Stone, Auditorium 23 Paskal, Kota Bandung, Sabtu (28/6/2025).

Menurut Farhan, gaya hidup digital saat ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.

Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus dibarengi dengan tiga pola pikir utama: kolaboratif, inovatif, dan solutif.

“Hidup digital itu tidak cukup hanya pintar utak-atik media sosial atau aplikasi. Yang dibutuhkan adalah kesadaran bahwa kita hidup dalam dunia digital dan harus memiliki pola pikir kolaboratif, inovatif, dan solutif,” kata Farhan dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, Senin (30/6/2025).

Farhan juga menyoroti kekuatan utama Kota Bandung yang bukan berasal dari sumber daya alam, melainkan dari kekayaan sumber daya manusia.

Ia menyebut Bandung sebagai kota dengan jumlah perguruan tinggi berkualitas terbanyak di Indonesia, yang menjadi modal kuat dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Kalau kota lain punya tambang, kita tidak. Tapi kita punya SDM terbaik. Bandung adalah pusatnya pendidikan,” ucapnya.

Acara The Champion Race merupakan inovasi pendidikan dari Ganesha Operation yang menggabungkan konsep belajar, berlatih, dan bertanding dalam format e-sport pendidikan.

Direktur Utama Ganesha Operation, Bob Foster menyebut, kegiatan ini sebagai upaya membangun ekosistem pendidikan yang relevan dengan generasi digital saat ini.

“Kompetisi ini bukan sekadar lomba. Ini adalah gerakan pendidikan. Belajar harus menyenangkan, kompetisi harus bermakna, dan prestasi harus terarah,” ujarnya.

Ia juga mengajak peserta untuk tidak takut gagal dan terus mencoba saat harus menerima kegagalan.

Baca Juga :  Felly Estelita Runtuwene Dorong Vaksinasi Campak Berbasis Cuaca dan Pemetaan Risiko

You don’t have to be perfect to be a champion. You just need to never give up (Kamu tidak perlu sempurna untuk menjadi seorang juara. Kamu hanya perlu untukk tidak pernah menyerah),” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung juga memberikan penghargaan Pioneering Future Excellence Award kepada Prof. Bob Foster sebagai bagian dari Ganesha Operation.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan nonformal yang inovatif.

Grand Final The Champion Race 2025 diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, baik dari Kota Bandung maupun luar daerah. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelajar untuk memperkuat literasi digital dan semangat kolaboratif.

Wargi dapat menyaksikan acara Grand Final The Champion Race 2025 melalui kanal YouTube Ganesha Operation. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :