Search
Close this search box.

WiFi Gratis di Tempat Umum Rawan Diretas, Data Pribadi Bisa Dicuri

Ilustrasi penggunaan smartphone./visi.news/freepik.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – WiFi publik, terutama yang gratis, kerap menjadi penyelamat bagi banyak orang di tempat umum. Namun di balik kemudahan tersebut, tersembunyi risiko keamanan yang serius.

Peneliti keamanan siber dari Kaspersky mengungkap bahwa jaringan WiFi publik dapat menjadi sasaran empuk para penjahat siber.

Menurut Kaspersky, sejumlah pelaku kejahatan digital bahkan menciptakan jaringan WiFi palsu yang menyerupai nama jaringan asli. Tujuannya jelas dengan menjebak pengguna agar terhubung dan mencuri informasi pribadi seperti kredensial media sosial, data perbankan, hingga alamat email.

Kaspersky sempat melakukan pemetaan dan analisis keamanan jaringan WiFi publik di Paris menjelang Olimpiade Musim Panas 2024. Tim Global Research and Analysis Team (GReAT) menganalisis 47 ribu rekaman sinyal dari titik-titik populer seperti Menara Eiffel, Louvre, dan Stade de France. Hasilnya mengejutkan: dari hampir 25 ribu jaringan WiFi yang ditemukan, sekitar 25 persen dinilai memiliki celah keamanan serius.

Masalah yang ditemukan mencakup lemahnya sistem enkripsi, bahkan ada yang tidak terenkripsi sama sekali. Ini membuka peluang besar bagi pelaku untuk menyusup dan melakukan intersepsi data.

Selain itu, sekitar 20 persen jaringan masih menggunakan sistem keamanan lama seperti WPS, yang sudah tidak direkomendasikan karena mudah dibobol. Hanya enam persen yang menggunakan protokol keamanan terbaru, WPA3.

Tips Aman Gunakan WiFi Publik:

1. Hindari akses akun penting. Jangan buka layanan perbankan atau akun pribadi saat tersambung ke WiFi publik.

2. Pastikan jaringan resmi. Konfirmasi ke penyedia tempat (misal: kafe, hotel) sebelum menyambung ke jaringan.

3. Aktifkan firewall. Ini bisa mencegah akses asing masuk ke perangkat.

4. Gunakan password kuat dan 2FA. Untuk menjaga akun digital dari penyusup.

Baca Juga :  IKEA Buka Pop-Up 5 Menit dari Alun-Alun Bandung

5. Rutin update perangkat. Termasuk antivirus dan sistem operasi agar terhindar dari eksploitasi celah keamanan.

6. Matikan berbagi file atau AirDrop. Fitur ini bisa menjadi jalan masuk bagi penjahat siber.

@ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :