Yayan : Kami Pernah Berhasil Mengatasi Virus Flu Burung

Editor Kasi Dispertan Kab. Bandung, Agus Lukman (kiri) dan Kabid. Sarpras Kab. Bandung, Yayan Agustian (kanan)./visi.news/m alfa fadillah
Silahkan bagikan
  • Korban pandemi Covid-19 meningkat, masyarakat Kabupaten Bandung yang butuh desinfektasi tinggal menghubungi kantor kecamatan setempat

 

VISI.NEWS – Kabid Sarana dan Prasana Dinas Pertanian Kabupaten  Yayan Agustian menjelaskan Distan pada awalnya ditunjuk sebagai anggota Satgas Covid-19, sebelum dibentuk Tim Satgas Covid-19.

“Kami sudah terbiasa melakukan penyemprotan sebelum pandemic ini. Dinas Pertanian mempunyai pasukan yang bernama Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Pusat Kesehatan Hewan ( Puskeswan). Itu mereka telah terbiasa penyemprotan hama. Kalau Puskeswan terbiasa melakukan penyemprotan penyakit pada flu burung, ” ungkap Yayan Agustian kepada VISI.NEWS, Senin (14/6/21).

Yayan mengatakan bahwa Flu Burung adalah SARS-2 sedangkan Covid 19 adalah SARS-1. Waktu itu belum ada penjelasan seperti apa Covid-19 itu, sehingga dulu mereka anggap Covid-19 itu sama dengan flu burung. “Dan kami telah berhasil beberapa tahun lalu mengatasi flu burung, ” tandanya.

Melihat itu, katanya, Bupati Bandung berterima kasih dan meminta penyemprotan ini dilakukan oleh Dinas Pertanian karena peralatan untuk penyemprotan sudah ada, obat obatannya pun telah teruji. “Lalu melalui peraturan Bupati, Dinas Pertanian dipilih menjadi anggota Satgas Covid-19 untuk melakukan penyemprotan desinfektan,” jelas Yayan.

Pada tahun 2020, pihaknya diberikan anggaran dari belanja tidak terduga untuk kegiatan pengadaan peralatan desinfeksi untuk dibagikan kepada seluruh kecamatan dan desa. Sebanyak Rp 4,2 Milyar anggaran digulirkan untuk itu.

“Untuk tahun ini kami hanya diberi Rp. 200 juta, hanya untuk membeli obat obatan saja, karena peralatannya sendiri sudah ada,” ujar Yayan.

Ia berpesan agar tidak boleh lengah dengan pandemi ini, karena sekarang Kota Bandung dan Kabupaten Bandung sedang meningkat angka positif Covidnya.

Yayan menegaskan penyemprotan desinfeksi ini lumayan efektif untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 ini.

Baca Juga :  Indonesian Humanity Summit, Peran Penting Dompet Dhuafa Tingkatkan Laju Ekonomi Masyarakat di Tengah Pandemi

Dalam satu bulan terakhir ini, katanya, Dinas Pertanian telah melakukan penyemprotan hingga 30 kali. Dalam satu kali penyemprotan menghabiskan 90 liter desinfektan. “Untuk tahun ini Dnas Pertanian membeli desinfektan sebanyak 500 liter. Mungkin kedepannya akan membeli lagi, karena stok yang ada sudah menipis,” jelasnya.

Untuk desinfektan ini, katanya, tidak berbahaya bagi manusia maupun hewan, karena perusahaan penyedia obat-obatan desinfektan ini sudah teruji jadi aman.

“Jika masyarakat yang ingin melakukan penyemprotan desinfeksi, bisa melakukan pengajuan ke kecamatan setempat, karena Dinas Pertanian sudah mensuplai sprayer dan obat desinfeksinya. Bila ternyata pihak kecamatan sudah kehabisan obat desinfektannya bisa kami suplai kembali,”  jelasnya.

Yayan kembali menghimbah agar masyarakat lebih menerapkan protokol kesehatannya, agar kita bisa bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19 ini.@alfa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gibran Buka Suara soal Ojol Pengantar Anggur Merah di Solo

Sen Jun 14 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan pengemudi ojek online ( ojol) yang viral usai dibawa ke Polresta Surakarta gara-gara mengantar anggur merah hanyalah berstatus saksi. Pengemudi ojek tersebut dibawa ke Polresta Surakarta agar Polisi bisa mendalami peran dia dalam transaksi jual beli minuman keras tersebut. “Dari […]