VISI.NEWS — Negara yang besar dan berkualitas adalah yang mengedepankan pendidikan sebagai prioritas dalam penyelenggaraannya, jadi bagaimana masyarakat bisa berkualitas kalau kesejahteraan para gurunya kurang atau tidak terpenuhi.
Anggota Komisi D DPRD Kab. Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Yayat Sumirat, menyatakan dukungan terhadap keinginan guru honor untuk memperoleh haknya. Namun dari sekian banyak guru honor, ada yang tidak lulus secara admintrasi, karena nomor NIK/KTP dan KK tidak sesuai.
“Berdasarkan data yang kami terima, Kabupaten Bandung kekurangan guru sebanyak 7221 orang untuk guru SD, untuk guru agama kurang 1139 guru, belum lagi untuk guru tingkat SMP, sementara tenaga kesehatan membutuh 1000 orang,” katanya di ruang Banmus, Jum’at (29/1/2021).
Rencana dia akan mengawal keinginan guru dan melakukan koordinasi ke Komisi X DPR RI dan Kementrian RB, dengan harapan apa yang diinginkan para guru bisa terealisasikan, karena sesuai dengan program pemerintah pusat untuk pemenuhan sejuta guru untuk jalur pendidikan.
Dia menambahkan, Kadisdik Kab. Bandung, DR. Juhana, sendiri sudah dipanggil BPK RI terkait keberadaan guru honorer, dan sudah menjelaskan jumlah guru honor yang terdata selama ini. Dari semua data tersebut, diperoleh kenyataan ada sekitar 600 orang guru honorer yang tidak terdaftar.
Selain itu, lanjut dia, masih banyak para guru honorer yang belum menempuh pendidikan Sarjana (S1), dan itu akan diupayakan dari anggaran agar semua bisa melanjutkan untuk menyesuaikan pendidikannya sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat.
“Jelas untuk menjadi PNS mereka tidak bisa meraihnya, karena aturan pemerintah dibatasi hingga usia 35 tahun. Tapi mereka akan dijadikan guru P3K, dengan gaji dan tunjangan yang sama, hanya tidak mendapatkan uang pensiun saja,” ujar dia.
Mudah-mudahan saja dari kuota yang dibutuhkan, minimal 50 prosen, bisa diangkat sebagai upaya pemenuhan kuota kebutuhan tenaga pendidikan. Karena ini sudah merupakan hak para guru honorer/P3K untuk memperoleh kesejahteraannya.
Termasuk dengan jasa para guru honorer, tambah dia, dalam akselarasi penyelenggaraan pendidikan untuk mencerdaskan bangsa, dengan membantu sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Bandung. @qia.