VISI.NEWS | KAB. BANDUNG -Sebanyak 100 santri dari 50 pesantren memadati Aula Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Sabtu (21/9/2024). Mereka hadir untuk mengikuti workshop penulisan dan film dokumenter yang diselenggarakan oleh Robithoh Ma’ahid Islamiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (RMI PCNU) Kabupaten Bandung dan UIN SGD Bandung.
Acara ini dirancang untuk santri se-Kabupaten Bandung dengan tema “Workshop Film Dokumenter Pesantren dan Biografi Kiai.” Pelatihan berlangsung di Gedung Dakwah Aula lt. 4, memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan menulis dan mendokumentasikan kegiatan di pesantren.
Ketua RMI Kabupaten Bandung, H. Budi Faisal Farid, dalam sambutannya menjelaskan bahwa acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024. Ia menyebutkan bahwa setelah pelatihan ini, karya-karya yang dihasilkan akan dilombakan, termasuk lomba video dokumenter profil pesantren dan lomba karya tulis biografi kiai.
Budi juga berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat bagi para santri dan pesantren di daerah tersebut. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kualitas santri menjelang HSN, serta memperkuat dokumentasi kegiatan di pesantren.
H. Ending Syaripudin M.Ag, Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Bandung, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya workshop ini. Ia menyatakan harapannya agar gerakan kesantrian tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya dan menekankan pentingnya dokumentasi tulisan dan video di tengah banyaknya pesantren yang ada.
Kasi Pontren juga mencatat bahwa meskipun terdapat 440 pesantren di Kabupaten Bandung, partisipasi santri dalam lomba membaca kitab kuning masih kurang dari 20%. Ia berharap peringatan HSN kali ini tidak hanya bersifat formalitas, tetapi lebih pada substansi, yaitu kemampuan membaca kitab kuning.
Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN SGD, Prof. Dr. H. Enjang, menekankan pentingnya dokumentasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri. Ia berharap para peserta dapat menghasilkan karya yang mengenalkan kiai dan pesantren kepada masyarakat luas.
Enjang juga mengingatkan bahwa keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kemauan untuk berusaha dan menciptakan karya. Ia mendorong santri untuk bergerak bersama demi mencapai kesuksesan.
Dalam sesi pemateri, Dr. Encep Dulwahab mengajak peserta untuk berani menulis tanpa rasa ragu. Ia menekankan pentingnya latihan menulis agar kualitas tulisan semakin baik. “Tuangkan dulu ide di pikiran sebelum mengedit,” ujarnya, memberikan motivasi kepada para santri untuk terus berkarya.
@uli