VISI.NEWS | BANDUNG – Evakuasi penumpang kapal pesiar MV Hondius di Tenerife menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana otoritas kesehatan menangani potensi risiko penyakit lintas negara. Kapal tersebut berlabuh sejak Minggu (10/5/2026) waktu setempat setelah dilaporkan menjadi pusat wabah Hantavirus.
Otoritas kesehatan Spanyol menyatakan 94 penumpang dari 19 negara telah dievakuasi dari MV Hondius. Kapal pesiar itu membawa 147 orang dalam perjalanan dari Argentina, para penumpang terlihat dibawa dengan perahu dari kapal pesiar menuju Pelabuhan Granadilla.
Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, mengatakan operasi repatriasi yang melibatkan banyak negara berjalan sesuai rencana. Sebelum penumpang turun, tim medis lebih dulu naik ke kapal untuk melakukan tes terhadap penumpang dan awak kapal. Setelah itu, para penumpang dibawa menggunakan bus yang telah disiapkan menuju bandara untuk dievakuasi ke negara asal masing masing.
Konteks utama dari peristiwa ini bukan hanya evakuasi, tetapi juga pengendalian kekhawatiran publik. Sejak kapal berlayar dari Argentina bulan lalu, tiga orang dilaporkan meninggal dan dikaitkan dengan Hantavirus. Situasi tersebut membuat langkah medis dan koordinasi antarnegara menjadi penting agar proses pemulangan tidak menimbulkan risiko lanjutan.
Meski demikian, para ahli berupaya meredakan kekhawatiran akan pandemi baru. Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan virus tersebut bukan Cobid 19 lainnya. Risiko bagi masyarakat juga disebut tetap rendah. Seorang pejabat Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menyatakan penilaian saat ini menunjukkan risiko bagi masyarakat Amerika secara luas sangat rendah. @desi