2 “Srikandi”, 1 “Arjuna”, Siapa yang Bakal Duduki Kursi “Dalem Bandung” ?

Dari kiri: Hj. Nia, Hj. Yena, dan HM Dadang./kolase visi.news/yaso.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Tahapan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Bandung jelang pencoblosan 9 Desember mendatang telah dilalui. Tahapan pendaftaran pasangan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung 4-6 September telah dilalui dan berjalan lancar, aman, dan tertib.

Pada tahapan pendaftaran tersebut diketahui telah mendaftar 3 pasangan balon, yakni pasangan H.M Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan (Bedas) yang pertama daftar ke KPU Kab. Bandung. Pasangan Bedas ini diusung PKB, Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS.

Setelah pasangan Bedas mendaftar, giliran pasangan Hj. Yena Iskandar Ma’soem-Atep (Dahsyat) mendaftar. Pasangan ini diusung PDIP, PAN, dan PSI.

Sementara yang terakhir daftar pasangan Hj. Nia Kurnia Agustina-Usman Sayogi (NU). Pasangan ini diusung Partai Golkar, Partai Gerindra, dan PPP.

Dari ketiga pasangan ini muncul dua “Srikandi” dan “Arjuna”. Dari pasangan Bedas ini “Arjuna”-nya Dadang Supriatna karena jadi balon bupati didampingi Sahrul Gunawan, sang artis.

Sementara dua “Srikandi” dari pasangan Dahsyat serta NU yakni Hj. Yena dan Hj. Nia. Hj Yena didampingi “lord” Atep, sang atlet sepakbola. Sedangkan dari pasangan NU “Srikandi”-nya Hj. Nia dengan pendamping Usman Sayogi, sang birokrat di Pemkab Bandung yang menduduki jabatan Kepala Pendapatan Daerah (Bapenda) Kab. Bandung.

Sejumlah pemerhati Pilkada Kab. Bandung, baik pakar pendidikan politik, budaya, maupun komunikasi menyatakan, Dadang Supriatna layak disebut “Arjuna”. Begitu pula Hj. Yena dan Hj. Nia layak pula disebut dua “Srikandi” yang siap menduduki kursi Bupati Bandung.

“Terus terang saja, Pak Dadang Supriatna layak jadi ‘Arjuna’ dan Bu Hj. Yena serta Bu Hj. Nia layak jadi ‘Srikandi’. Betapa tidak, ketiganya masih muda, ganteng, dan cantik-cantik, enerjik, berwawasan, berpengalaman dan familiar serta di tempa di sejumlah organisasi kemasyarakatan,” ucap Dr. Agus Rahmat, pakar komunikasi dari Unpad dan Dr. Deni K Yusuf, pemerhati Pilbup Bandung dari UIN SGD Bandung, Senin (7/9).

Baik Agus maupun Deni sepakat bahwa 1 “Arjuna” dan 2 “Srikandi” ini layak memimpin Kab. Bandung meski ketiganya tak dimungkiri ada sisi kelebihan dan kakurangan.

“Jika 1 ‘Arjuna’ dan 2 ‘Srikandi’ ini sudah disahkan jadi calon oleh KPU, tinggal bagaimana caranya bisa meraih simpati warga Kab. Bandung, terutama pemilih,” kata Agus.

Sementara menurut Deni, kapasitas Dadang Supriatna sudah tak bisa diragukan lagi. Meski Dadang Supriatna yang kini “loncat pagar” dari Partai Golkar ke PKB, kata Deni, pengalamannya cukup menjanjikan. Dadang yang terpilih jadi wakil rakyat di DPRD Jabar dari Fraksi Golkar ini sebelumnya pernah jadi wakil rakyat dua periode di DPRD Kab. Bandung. Bahkan pernah menjabat kades, termasuk jadi pentolan sejumlah ormas di Kab. Bandung seperti KNPI.

Sementara Hj. Yena, lanjut Deni, kapasitasnya tak bisa diragukan lagi.

“Bu Hj. Yena, sang pengusaha dari Ma’seom grup ini meski baru pertama terjun di dunia politik di kontestasi Pilbup Bandung, dengan pangalaman di sejumlah organisasi plus ada trah dari ayahnya, alm. H. Nanang Iskandar Ma’soem bisa meraih simpati. Alm Pak Nanang Iskandar Ma’seom, ayah Bu Hj. Yena kan pernah jadi anggota DPD,” terang Deni.

Sementara itu, terkait kapasitas Hj. Nia Kurnia Agustina yang juga istri Bupati Bandung, Dadang Naser dikatakan Deni, kapasitas dan keberadaannya untuk jadi balon bupati tak bisa dipandang sebelah mata.

Bu Hj. Nia lanjut Deni, selama 10 tahun atau selama dua periode mendampingi suaminya memimpin Kab. Bandung jadi pangalaman. Apalagi Hj. Nia jadi Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bandung tahu persis kondisi Kab. Bandung.

“Selain jadi Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bandung selama 10 tahun Bu Hj. Nia pun ditempa di sejumlah organisasi kemasyarakat dan pentolan organisasi lainnya. Belum lagi Hj. Nia ini ada trah dari ayahnya, Obar Sobarnna yang memimpin Kab. Bandung selama 10 tahun yang akhirnya diganti Dadang Naser, mantunya,” kata Deni.

Sementara itu terkait “perang” jelang Pilbup Bandung, Dr. Agus Rahmat ahli komunikasi dari Unpad dan pemerhati pilkada berharap semua pihak dalam pilbup Bandung menyambutnya dengan arif dan bijaksana serta harus mengedepankan silaturahmi.

“Saya pribadi selaku warga Kab. Bandung miris juga mengamati dan membaca medsos terkait Pilbup Bandung ini. Saling memojokkan dan saling menjelek-jelekkan satu sama lain. Tak eloklah, hindari itu, karena 2 “Srikandi” dan 1 “Arjuna” ini warga terbaik Kab. Bandung meski ada saja sisi kakurangan dan kelebihannya,” tandas Agus.

Menurut Agus, sah-sah saja jika di medsos menampilkan misi dan visi baik dari 2 Srikandi maupun 1 Arjuna.Termasuk dari pasangan balon masing-masing dari para “bobotoh” dan timsesnya.

“Jika di medsos jelang pilbup Bandung berseliweran postingan tak keruan berisi fitnah, menjelek-jelekkan, apalagi bernada hasutan saya berharap bisa dihindari. Ingat, dalam hal ini, UU ITE masih diberlakukan. Mari sambut Pilbup Bandung ini dengan gembira, mengutamakan silaturahmi dan ‘babarayaan’. Siapa yang terpilih nanti akan menduduki kursi Bupati Bandung, itu terbaik dan pilihan rakyat,” pungkas Agus. @yas

Fendy Sy Citrawarga

One thought on “2 “Srikandi”, 1 “Arjuna”, Siapa yang Bakal Duduki Kursi “Dalem Bandung” ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rumah Enung dan Enah di Cicalengka Ludes Diamuk "Si Jago Merah"

Sen Sep 7 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Dua unit rumah warga Kampung Kapas RT 03/RW 17, Desa Waluya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ludes terbakar, Minggu (6/9) malam. Camat Cicalengka Kabupaten Bandung, H. Entang Kurnia mengatakan, insiden kebakaran terjadi diduga karena hubungan arus pendek listrik. Api berhasil dipadamkam setelah petugas damkar menerjunkan […]