Search
Close this search box.

Selat Hormuz Membara, AS-Iran Saling Gempur di Tengah Gencatan Senjata

Ilustrasi. /visi.news/ai

Bagikan :

VISI.NEWS | TEHERAN – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas meski kedua negara masih berada dalam fase gencatan senjata yang diberlakukan sejak 7 April 2026. Alih-alih mereda, konflik justru berubah menjadi aksi saling serang di kawasan strategis Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran dunia internasional.

Situasi mulai memburuk setelah Iran menuding militer AS melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran di sekitar perairan Jask menuju Selat Hormuz. Teheran menyebut serangan itu juga menyasar kapal lain di dekat Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab.

Pernyataan militer Iran yang disiarkan televisi pemerintah menyebut Washington turut melakukan operasi militer di sejumlah wilayah selatan Iran dengan dukungan beberapa negara kawasan.

Ketegangan semakin meningkat setelah sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di sekitar Bandar Abbas dan Pulau Qeshm. Media Iran, termasuk Fars dan Tasnim, menyebut kawasan pelabuhan komersial di Qeshm menjadi sasaran serangan dan terjadi baku tembak antara militer Iran dengan pihak yang disebut sebagai “musuh”.

Laporan lain juga menyebut ledakan terdengar hingga ke Teheran. Namun hingga kini, pihak AS belum memberikan penjelasan resmi terkait rentetan insiden tersebut.

Trump Klaim Kapal Iran “Hancur Total”

Presiden Donald Trump kemudian angkat bicara terkait operasi militer AS di Selat Hormuz. Trump mengklaim serangan itu merupakan bentuk balasan setelah tiga kapal perang AS diserang Iran saat melintas di kawasan tersebut.

“Tiga Kapal Perusak Amerika Kelas Dunia baru saja melintasi Selat Hormuz dengan sangat sukses, di bawah tembakan. Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal perusak tersebut, tetapi kerusakan besar terjadi pada penyerang Iran,” tulis Trump melalui Truth Social.

Trump bahkan mengklaim kapal-kapal Iran mengalami kehancuran besar setelah pasukan AS melancarkan serangan balasan.

Baca Juga :  3.276 Jemaah Haji Jambi Siap Diberangkatkan Bertahap

“Mereka hancur total bersama dengan banyak kapal kecil yang digunakan untuk menggantikan Angkatan Laut mereka yang telah sepenuhnya hancur,” tambahnya.

Menurut Trump, kapal perang AS menjadi sasaran drone dan rudal Iran, namun seluruh serangan berhasil dipatahkan.

“Rudal ditembakkan ke kapal perusak kita, dan dengan mudah dijatuhkan. Demikian pula, drone datang, dan hangus terbakar di udara,” ujarnya.

 Iran Balas dengan Rudal dan Drone

Tak tinggal diam, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC meluncurkan serangan balasan besar-besaran terhadap kapal militer AS di sekitar Selat Hormuz.

Iran menyebut operasi itu dilakukan setelah AS lebih dulu melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker dan area sipil di wilayah selatan Iran seperti Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm.

Juru bicara markas militer Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan pasukan Iran langsung menyerang kapal-kapal perang AS di sebelah timur Selat Hormuz dan selatan Pelabuhan Chabahar.

IRGC mengklaim operasi gabungan itu melibatkan rudal balistik, rudal jelajah anti-kapal, serta drone peledak dengan target kapal-kapal perusak milik AS.

Menurut laporan media Iran, beberapa kapal perang AS mengalami kerusakan signifikan dan terpaksa mundur menuju Laut Oman setelah serangan berlangsung.

Jet Tempur AS Lumpuhkan Kapal Tanker Iran

Konflik kembali meningkat setelah militer AS mengerahkan jet tempur F/A-18 Super Hornet untuk melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran pada Jumat (8/5/2026).

CENTCOM menyatakan kedua kapal tanker tersebut berusaha melanggar blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April lalu.

Menurut CENTCOM, jet tempur AS menembakkan amunisi presisi ke bagian cerobong kapal M/T Sea Star III dan M/T Sevda agar kapal-kapal tersebut tidak dapat memasuki wilayah Iran.

Baca Juga :  Kampus Didorong Bangun Dapur Gizi, Mahasiswa Ikut Terlibat

Insiden ini membuat jumlah kapal yang dihentikan paksa AS di sekitar Selat Hormuz bertambah menjadi empat kapal.

Meski situasi terus memanas dan aksi militer berlangsung hampir tanpa jeda, Trump menegaskan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlaku.

Saat ditanya wartawan terkait status gencatan senjata, Trump menjawab singkat, “Iya, masih berlaku.”

Namun ia juga menyebut serangan-serangan Iran terhadap kapal perang AS sebagai tindakan “sepele”.

“Mereka mempermainkan kita hari ini. Kita menghancurkan mereka. Mereka mempermainkan kita. Saya menyebut itu hal sepele,” kata Trump saat berbicara di Washington DC.

Ketegangan terbaru di Selat Hormuz kini menjadi perhatian dunia karena kawasan tersebut merupakan jalur vital perdagangan minyak global. Konflik terbuka antara AS dan Iran dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah sekaligus memicu lonjakan harga energi dunia.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :