Search
Close this search box.

Kampus Didorong Bangun Dapur Gizi, Mahasiswa Ikut Terlibat

Mahasiswa terlibat dalam pengelolaan dapur gizi program MBG di kampus /visi.news/Kompas.com.

Bagikan :

VISI.NEWS | CIAMIAS– Di tengah geliat program Makan Bergizi Gratis, kampus kini tidak hanya menjadi tempat belajar di ruang kelas. Ada peluang baru yang membuka jalan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam praktik nyata, dari sawah hingga dapur.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mendorong perguruan tinggi untuk membangun dan mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi secara mandiri. Bagi dunia kampus, ini bukan sekadar program, tetapi kesempatan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup.

“Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri,” ujar Dadan dalam forum di Makassar.

Di balik konsep tersebut, ada gambaran besar tentang keterlibatan mahasiswa dalam ekosistem pangan. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga bisa terjun langsung mengelola pertanian, peternakan, hingga distribusi bahan pangan.

Satu unit SPPG membutuhkan dukungan besar, mulai dari lahan sawah hingga peternakan ayam petelur. Di sinilah kampus memiliki ruang untuk mengintegrasikan kegiatan akademik dengan praktik lapangan yang nyata.

Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi lebih dari sekadar tugas kuliah. Mereka dapat melihat langsung bagaimana proses pangan berjalan, dari produksi hingga menjadi makanan yang dikonsumsi masyarakat.

Selain itu, SPPG juga berpotensi menjadi ruang riset yang hidup. Pengembangan teknologi pertanian, inovasi pengolahan pangan, hingga manajemen distribusi bisa diuji langsung dalam skala nyata.

Langkah ini juga sudah mulai berjalan, salah satunya dengan hadirnya dapur SPPG di lingkungan perguruan tinggi. Kehadirannya menjadi simbol bahwa kampus dapat berperan aktif dalam program nasional sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan.

Bagi banyak pihak, gagasan ini menghadirkan harapan baru. Kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi nyata dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.

Baca Juga :  Longsor Terjang Cianaga Sukabumi, Sawah dan Jalan Tertimbun

@Ihda

Baca Berita Menarik Lainnya :